Liputan6.com Di balik sukses Marc Marquez menjadi juara dunia MotoGP 2017 terselip catatan buruk. Ia menjadi pembalap dengan koleksi jumlah kecelakaan terbanyak kedua setelah pembalap Aprilia, Sam Lowes.
Sehebat-hebatnya Marquez di MotoGP 2017, ia juga tak bisa disebut sebagai pembalap yang sempurna. Itu karena ia memiliki kebiasaan buruk di mana ia selalu mencoba untuk melebihi batas.
Advertisement
Akibatnya, terjatuh menjadi sesuatu yang akrab dengan pembalap Repsol Honda itu. Tercatat, sudah 27 kali The Baby Alien harus mencium aspal sepanjang musim lalu. Ia hanya kalah dari Lowes yang sudah 31 kali terjatuh.
Tentu saja, hal tersebut menjadi sebuah catatan buruk. Marquez pun tak ingin kebiasaan itu sampai terbawa ke MotoGP 2018. Ia berharap bisa mengurangi jumlah catatan buruknya meski mengakui mendapatkan banyak pelajaran dari setiap kecelakaan.
"Dengan 27 kali kecelakaan, kami mempelajari banyak hal, di mana kita bisa bermain aman dan di mana yang tidak. Tentu saya ingin memperbaikinya di masa depan dan berusaha lebih aman pada level yang sama," kata Marquez, dikutip Tuttomotoriweb.
Marquez sendiri mengaku ia memang sengaja selalu ingin mencapai batas dalam setiap latihan bebas sepanjang MotoGP 2017. Karenanya, sebagian besar kecelakaan pembalap asal Spanyol itu didapat dalam sesi latihan bebas, bukan saat balapan.
Kunci Sukses
Hal itu membuat Marquez mendapatkan informasi lebih banyak soal performa motor dan lintasan. Karenanya, meski banyak terjatuh, pengoleksi enam gelar juara dunia itu menegaskan tak akan mengubah gaya balapnya.
Pasalnya, dengan gaya balap itu Marquez mampu menjadi juara dunia MotoGP 2017. Saat balapan, ia bisa bersikap lebih tenang dan mengantisipasi berbagai kemungkinan. Hasilnya, takhta juara dunia mampu dipastikan di akhir musim.