Jakarta Peluit berbunyi panjang tanda pertandingan berakhir. namun Stadion Giuseppe Meazza justru tampak muram. Gianluigi Buffon berurai air mata, begitu pula seluruh masyarakat Italia.
Advertisement
Bukan hasil pertandingan yang menjadi sebabnya karena timnas Italia tidak menelan kekalahan. Gli Azzurri bermain tanpa gol kontra Swedia di stadion kebanggaan pendukung Inter Milan dan AC Milan itu. Namun, hasil imbang itu juga yang membuat mereka gagal melaju ke Piala Dunia 2018.
Kegagalan itu merupakan tragedi untuk pencinta sepak bola Italia. Bagaimana tidak, sepak bola merupakan keseharian bagi masyarakat Italia. Menurut Gianluca Vialli dalam bukunya yang berjudul The Italian Job (2007), pertandingan sepak bola merupakan bahasan orang-orang di negara itu setiap berkumpul.
"Orang-orang Italia membahas sepak bola setiap hari, mereka membicarakan mengenai taktik dan pilihan pemain seperti seorang pelatih profesional. Kami juga sangat membenci kekalahan, sehingga klub di Italia dapat dengan mudah memecat pelatih," tulis Vialli.
Masyarakat Italia sangat mencintai Gli Azzurri karena bangga dengan sejarah panjang mereka. Timnas Italia merupakan pemegang empat gelar Piala Dunia dan satu trofi Piala Eropa. Mereka menganggap timnasnya sebagai aristokrat dunia sepak bola.
Alhasil, kegagalan lolos ke Piala Dunia 2018 bagaikan mencoreng martabat Italia. Empat pemain langsung mengumumkan pensiun dari timnas karena menanggung malu, yaitu Gianluigi Buffon, Daniele De Rossi, Giorgio Chiellini, dan Andrea Barzagli.
Selain keempat pemain itu, pelatih Gian Piero Ventura juga dikabarkan berniat mengajukan pengunduran diri. Ventura mengulangi kegagalan Italia 60 tahun silam ketika absen pada Piala Dunia 1958.
Pelatih Bermental Medioker
Kegagalan Italia membuat seluruh mata tertuju ke Gian Piero Ventura. Sang pelatih dianggap tidak memiliki kapabilitas untuk menangani kesebelasan sebesar Gli Azzurri. Latar belakang Ventura yang hanya pernah menangani klub semenjana pun kembali diangkat oleh publik Italia.
Sebelum mengasuh timnas Italia, Ventura hanya pernah menangani kesebelasan macam Sampdoria, Cagliari, Udinese, dan Torino. Pelatih berusia 69 tahun itu juga hanya mengoleksi gelar Serie C dan Serie D sepanjang kariernya.