Liputan6.com, Roma - Sepak bola Italia dinilai mengalami penurunan, terutama setelah Gli Azzurri terancam gagal lolos ke Piala Dunia 2018. Regenerasi dalam sepak bola Italia dianggap cukup lambat.
Pemain-pemain muda tidak banyak mendapat kesempatan mengenakan Timnas Italia senior. Padahal, tidak sedikit wonderkid Italia yang patut ditambah jam terbangnya.
Advertisement
Banyak legenda sepak bola yang berasal dari Italia. Negeri Spaghetti ini tidak pernah kehabisan stok pemain berbakat istimewa, seperti Francesco Totti, Andrea Pirlo, Gianluigi Buffon, yang bersinar satu dekade terakhir. Timnas Italia perlu bangkit.
Italia juga punya klub-klub besar penghasil pemain-pemain hebat di masa depan. Juventus, AS Roma, Inter Milan, AC Milan, Lazio, hingga Atalanta memiliki akademi yang bagus.
Musim ini, sejumlah nama pemain muda Timnas Italia memperlihatkan kualitas mereka. Para pemain belia ini bukan tidak mungkin menjadi tulang punggung Timnas Italia di masa depan.
Berikut daftar wonderkid Italia versi Sportskeeda:
4. Federico Chiesa
Ketika ayah Anda pemain yang punya penampilan 380 laga di Serie A dan mencetak 200 gol, putranya akan memicu perhatian. Apalagi ketika sang putra juga merupakan pesepak bola.
Hal ini dialami Federico Chiesa, putra dari Enrico Chiesa. Lazio, Sampdoria, Parma, dan Fiorentina pernah diperkuat Enrico Chiesa selama kariernya.
Kini, putranya, Federico Chiesa baru berusia 20 tahun dan sudah mampu menembus tim utama Fiorentina. Posisi asli Federico sebagai winger, tapi juga bisa berperan menjadi gelandang.
Dia juga pengumpan yang bagus dengan akurasi passing-nya mencapai 84.7 persen. Teknik dan kecepatan Federico Chiesa di atas rata-rata pemain muda seusianya.
3. Manuel Locatelli
Manuel Locatelli mencuri perhatian selama musim 2016/2017. Setelah sukses membawa Italia U-19 lolos ke final Piala Eropa U-19, Locatelli mulai dipercaya pelatih Milan Vincenzo Montella main di tim utama.
Kepercayaan tersebut tak disia-siakan Locatelli. Pemuda 19 tahun itu musim lalu mencetak gol penentu 1-0 MIlan atas Juventus. Yang lebih spesial, Locatelli memperdaya Gianluigi Buffon.
Dia menempati posisi gelandang bertahan dengan kemampuan tekel yang sangat kuat. Locatelli mampu menjadi tameng bagi empat pemain bertahan AC Milan.