Bangkalan - Bhayangkara FC menjadi juara Liga 1 2017 setelah meraih kemenangan 3-1 atas Madura United di Stadion Gelora Bangkalan, Rabu (8/11/2017). Namun, kemenangan The Guardians diwarnai dengan banjir kartu yang keluar dari saku wasit, termasuk tiga kartu merah yang semua ditujukan untuk pemain dari tim tuan rumah.
Pertandingan yang menentukan langkah Bhayangkara FC untuk menjadi juara menjadi liar setelah Peter Odemwingie mendapatkan kartu merah pada akhir babak pertama.
Advertisement
Marquee player Madura United itu tampak dengan berniat sesungguh hati menendang kaki bek sekaligus kapten Bhayangkara FC, Indra Kahfi, pada menit ke-41. Saat itu, wasit Seyed Vahitd Kazemi asal Iran baru mengeluarkan dua kartu kuning untuk Andik Rendika Rama dan Indra Kahfi.
Setelah Ilija Spasojevic mencetak gol pertama untuk Bhayangkara FC yang unggul jumlah pemain, pemain asal Montenegro itu pun mendapatkan kartu kuning dari wasit karena melanggar Munhar dan menyangkutkan kakinya ke kaki pemain Madura United itu dengan sengaja.
Setelah itu, giliran Fandi Eko yang menjadi korban wasit asal Iran itu. Masuk pada menit ke-52, Fandi Eko mendapatkan kartu kuning pada menit ke-54 karena melakukan pelanggaran keras terhadap Paulo Sergio.
Yang menarik, tiga menit kemudian pemain Madura United yang baru masuk itu akhirnya mendapatkan kartu merah karena tekel keras yang dilakukannya terhadap Alsan Sanda. Ia sebenarnya sudah sempat melompat untuk menghindari tekel Fandi Eko.
Namun, tampaknya wasit melihat cara tekel berbahaya yang dilakukan Fandi Eko sebagai alasan untuk mengeluarkan kartu kuning kedua yang membuatnya menarik kartu merah kedua dalam pertandingan ini.
Setelah itu tiga kartu kuning keluar lagi dari saku Seyed Vahitd Kazemi. Masing-masing untuk Alsan Sanda dari Bhayangkara FC, dan Engelberd Sani dan Rifad Marasabessy dari Madura United.