5 Pesepak Bola Top Ini Hina Mantan Klub Usai Hengkang

Mereka meluapkan kekesalan setelah pindah klub.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 26 Oktober 2017, 23:15 WIB
Zlatan Ibrahimovic saat beraksi bersama Barcelona pada 2009-2010 dan mencetak 16 gol dari 29 penampilan. (AFP/Lluis Gene)

Liputan6.com, Jakarta - Para pesepak bola tidak jarang berseteru dengan klubnya sendiri hingga berakhir dengan kepindahan. Hubungan kerjasama antara pemain dan klub menjadi rusak.

Dalam dunia sepak bola, selalu ada saja drama yang terjadi. Hal itu seperti yang dilakukan beberapa pemain di bawah ini yang menghina mantan klubnya setelah hijrah.

Alasan si pemain pindah bermacam-macam, dari mulai ingin hengkang ke klub lebih besar atau gaji lebih tinggi. Kebanyakan karena minimnya jam terbang, sampai masalah pribadi yang terpendam.

Ketika sudah mendapat klub baru, sang pemain seolah ingin meluapkan kekesalannya. Media menjadi tempat para pemain itu menghina mantan klubnya. 

 

Berikut ada lima pemain yang menghina mantan klubnya usai pindah tim dikutip dari Sportskeeda:

 


5. Neymar - Barcelona

Striker Barcelona, Neymar, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Atletico Madrid pada laga La Liga Spanyol di Stadion Camp Nou, Barcelona, Minggu (11/1/2015). (AFP/Josep Lago)

Ketika bergabung dengan Barcelona, Neymar digadang-gadang sebagai Lionel Messi selanjutnya. Tapi, terkadang dalam hidup, hal-hal tidak berjalan seperti yang diinginkan.

Saat Neymar sukses memukul balik Paris-Saint Germain di Liga Champions awal tahun ini, setelah Barcelona kalah 0-4 di leg pertama, tapi Messi-lah yang justru disorot. Dia tahu kalau harus segera pindah untuk melepas bayang-bayang Lionel Messi.

Ketika PSG datang dengan uang 222 juta euro, Barcelona tidak memiliki pilihan kecuali menerima tawaran tersebut. Sebab, hal itu sudah memenuhi klausul penjualan dari pemain Brasil tersebut.

"Saya tidak punya apa-apa untuk dikatakan ke dewan Barcelona. Bagi saya, sebenarnya saya punya sesuatu untuk dikatakan, bahwa saya kecewa dengan mereka," ungkap Neymar usai resmi berseragam PSG.

"Saya menghabiskan empat tahun di sana dan sangat bahagia. Saya memulai dengan bahagia, menghabiskan empat tahun bahagia dan bahagia. Tapi tidak dengan mereka. Bagi saya, mereka seharusnya tidak bertanggung jawab atas Barca. Barca pantas jauh lebih baik, dan semua orang tahu ini," sambung Neymar.

Meskipun dia mungkin benar, namun pernyataan itu banyak yang bikin tersinggung. Sebab, kenapa tak dari dahulu Neymar mengatakan hal tersebut.


4. Pepe - Real Madrid

Peremajaan tim yang dilakukan manajemen Real Madrid membuat Pepe hengkang dari skuad asuhan Zinedine Zidane. Meski usia tak lagi muda, namun pengalaman bek nasional Portugal tersebut masih dibutuhkan klub-klub Eropa. (EPA/Ballesteros)

Ini bukan pemandangan biasa melihat pemain asing bermain di Real Madrid selama 10 tahun. Apalagi, hal itu berlaku untuk pemain seperti Pepe.

Lanjut Baca:

Pemain berkepala plontos inilah yang menendang Javi Casquero dan banyak kontroversi lainnya. Banyak yang ingin dia pergi, sejak awal dan itu terbukti akhir musim lalu. Namun, setelah akhirnya cabut dari klub, dia tidak memiliki banyak hal baik untuk dikatakan tentang Madrid. Salah satu alasannya adalah karena petinggi El Real menolak memberinya kontrak dua tahun. "Madrid tidak menawarkan saya dua tahun kontrak. Mereka baru saja menawari saya satu tahun, jadi jelas bahwa saya tidak akan melanjutkan bermain untuk Real Madrid," ungkap Pepe. Dia juga menegaskan bahwa Madrid sama sekali tak membantunya saat berada dalam masalah pajak. Hal inilah yang bikin Pepe geram. "Klub tidak membela saya dengan masalah pajak. Pada saat bermain untuk Real Madrid, kami harus memotivasi diri kami sendiri karena para penggemar tidak begitu bergairah. Di Besiktas, setiap pemain langsung menuju lapangan dengan penuh motivasi untuk tampil dengan baik dengan bantuan dukungan yang besar," sindir Pepe.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya