Ketika Sanca TMII Berganti Kulit

Seekor ular sanca akan berdiam diri seperti tak bernyawa, saat berganti kulit. Sanca mengandalkan lilitan tubuh untuk menewaskan musuh. King Cobra ganas karena bisanya.

oleh Liputan6Diterbitkan 26 Maret 2002, 20:20 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Jangan pernah heran melihat ular diam. Barangkali, saat itu dia sedang berganti kulit. Pada saat hewan melata mematikan ini seperti tak bernyawa, saat itulah kulitnya mengelupas berganti kulit baru. Belum lama berselang, hal seperti ini terjadi di Taman Reptilia Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Seekor sanca seberat 100 kilogram yang "menghuni" taman itu tak bereaksi, meski sejumlah pengunjung mendekat dan melihat. Padahal, sanca termasuk binatang yang cukup reaktif terhadap keadaan di sekitarnya.

Sanca itu sepintas seperti sedang sakit. Proses pergantian kulit sanca membutuhkan waktu dua hari supaya dapat menghasilkan kulit baru yang warnanya lebih cerah. Selama setahun, proses pergantian kulit bisa terjadi dua kali.

Menurut petugas di TMII, hewan jenis reptil ini sepekan sekali menyantap 10 ekor ayam hidup. Bukan hanya itu, hewan yang habitatnya menyebar di kawasan Indonesia ini dapat pula memakan seekor kambing. Meski tampak jinak, ular yang telah berusia delapan tahun ini akan buas jika diganggu saat sedang makan.

Sanca berbeda dengan King Cobra atau Ophiopagus Hannah. Ular ini adalah jenis yang sangat mengerikan. Selain berbisa, hewan ini mempunyai kemampuan cepat mengikuti gerakan musuh atau lawannya. Biasanya, King Cobra membutuhkan waktu 30 menit hingga satu jam untuk menyantap makanan, yang biasanya juga dari jenis melata seperti ular sapi.(DEN/Apriliana dan Muhammad Guntur)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya