Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah dalam waktu dekat akan memulai pembangunan sejumlah rumah susun (Rusun) yang diperuntukkan bagi 30 ribu kepala keluarga yang saat ini tinggal di sejumlah bantaran kali di Ibu Kota. Selain Rusun, pemerintah juga akan melanjutkan kembali pembangunan rumah sederhana (RS) dan rumah sangat sederhana (RSS). Demikian diungkapkan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Soenarno di sela-sela sebuah pameran properti di Jakarta, Sabtu (23/3) pagi.
Soenarno menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 250 miliar untuk pembangunan Rusun tersebut. Bahkan, dana itu sudah disetujui Departemen Keuangan dan akan cair dalam waktu dekat. Sedianya, sejumlah Rusun tersebut akan dibangun di beberapa tempat di sekitar Jakarta, pascabanjir awal Februari silam.
Sedangkan untuk proyek RS/RSS, Soenarno menambahkan, pemerintah masih menginginkan pembangunan jenis rumah murah ini sekitar 4,5 juta unit. Kebutuhan tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah nasional. Namun, saat ini, setiap tahunnya baru dapat dibangun sekitar 800 unit RS/RSS.
Untuk membantu para calon pembeli rumah, Menkimpraswil mengungkapkan, pemerintah segera merealisasikan kredit pemilikan rumah (KPR) RS/RSS. Nantinya, KPR akan disalurkan melalui Bank Tabungan Negara dengan bunga antara 16 hingga 40 persen. Namun, penetapan tingkat suku bunga ini disesuaikan dengan tingkat harga bahan bangunan yang berlaku di pasaran saat ini.
Selasa pekan silam, Menkimpraswil mengatakan bahwa pemerintah telah menyediakan dana KPR untuk RS dan RSS senilai Rp 256 miliar. Dana untuk kepemilikan sekitar 50 ribu unit RS dan RSS itu telah disetujui Departemen Keuangan. Namun, kredit akan dikucurkan setelah ada kesepakatan dengan Menteri Keuangan Boediono [baca: Pemerintah Segera Mengucurkan Dana Kredit Rumah].(ANS/Jeremi Teti dan Dwi Guntoro)
Soenarno menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 250 miliar untuk pembangunan Rusun tersebut. Bahkan, dana itu sudah disetujui Departemen Keuangan dan akan cair dalam waktu dekat. Sedianya, sejumlah Rusun tersebut akan dibangun di beberapa tempat di sekitar Jakarta, pascabanjir awal Februari silam.
Sedangkan untuk proyek RS/RSS, Soenarno menambahkan, pemerintah masih menginginkan pembangunan jenis rumah murah ini sekitar 4,5 juta unit. Kebutuhan tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah nasional. Namun, saat ini, setiap tahunnya baru dapat dibangun sekitar 800 unit RS/RSS.
Untuk membantu para calon pembeli rumah, Menkimpraswil mengungkapkan, pemerintah segera merealisasikan kredit pemilikan rumah (KPR) RS/RSS. Nantinya, KPR akan disalurkan melalui Bank Tabungan Negara dengan bunga antara 16 hingga 40 persen. Namun, penetapan tingkat suku bunga ini disesuaikan dengan tingkat harga bahan bangunan yang berlaku di pasaran saat ini.
Selasa pekan silam, Menkimpraswil mengatakan bahwa pemerintah telah menyediakan dana KPR untuk RS dan RSS senilai Rp 256 miliar. Dana untuk kepemilikan sekitar 50 ribu unit RS dan RSS itu telah disetujui Departemen Keuangan. Namun, kredit akan dikucurkan setelah ada kesepakatan dengan Menteri Keuangan Boediono [baca: Pemerintah Segera Mengucurkan Dana Kredit Rumah].(ANS/Jeremi Teti dan Dwi Guntoro)