4 Momen Tak Terlupakan Formula 1 di Sirkuit Sepang

Tahun ini menjadi terakhir Sirkuit Sepang menggelar balapan Formula 1.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 01 Oktober 2017, 19:00 WIB
Para pembalap Formula 1 (F1) saat GP Malaysia di Sirkuit Sepang, tahun lalu (AFP/Manan Vatsyayana)

Liputan6.com, Sepang - Wisata balap Formula 1 di Sepang International Circuit (SIC), Grand Prix Malaysia terasa berbeda dari biasanya. Ini menjadi balapan terakhir Formula 1 di Sirkuit Sepang.

Hal itu tidak lain karena sejak lama, pihak pengelola sudah memastikan bahwa mereka tidak akan memperbarui kontrak. Pihak pengelola Formula 1 Grand Prix Malaysia mengalami kerugian dari penjualan tiket.

Lewis Hamilton akan memulai balapan seri 15 Formula 1 musim ini dengan tampil di posisi terdepan setelah mencatatkan waktu tercepat di kualifikasi dengan 1 menit 30.076 detik. Ini merupakan pole position kelima buat pembalap tim Mercedes di musim ini.

Selain Hamilton, Sebastian Vettel, Fernando Alonso, dan Kimi Raikkonen memiliki kenangan di Sirkuit Sepang. Bahkan, legenda Formula 1, Michael Schumacher pernah melalui balapan sangat menegangkan di Malaysia.

Cuaca ekstrem menjadi ciri khas Sirkuit Sepang dalam menyelenggarakan balapan. Fakta tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para pembalap untuk mengaspal.

Berikut momen-momen tak terlupakan Formula 1 di Sirkuit Sepang sejak 1999:


1. Michael Schumacher

Ferrari F2002, membawa Michael Schumacher meraih dua gelar juara dunia F1 pada 2002 dan 2003. (drive.com.au)

Michael Schumacher berhasil lolos dari kecelakaan maut yang dialaminya pada lap ketiga. Dalam kondisi hujan, pembalap asal Jerman yang dikenal memiliki kemampuan di trek basah itu mampu melewati rintangan saat sejumlah jet darat saling bertabrakan.

Posisi Schumacher yang sempat merosot ke posisi 11, naik ke urutan terdepan dan meninggalkan Rubens Barrichello. Dia terpaut 24 detik dari rekan setimnya tersebut.

"Ketika saya pergi karena hujan, saya bisa melihat rintangan datang dan saya pikir semuanya sudah berakhir. Saya beruntung," kata Schumacher, saat itu.


2. Kimi Raikkonen

Kimi Raikkonen

Raikkonen pasti tidak pernah melupakan kemenangan pertamanya di Formula 1 saat masih membela tim McLaren pada 2003 lalu. Pembalap asal Finlandia itu bisa dikatakan cukup beruntung, karena dia hanya memanfaatkan kesalahan yang dilakukan Michael Schumacher.

Schumacher saat itu mencoba bermanuver di tikungan kedua. Namun, upayanya untuk mengalahkan pembalap Renault Jarno Trulli justru berakibat fatal, sebab keduanya terlibat kecelakaan.

Akibatnya, Schumacher harus puas hanya mampu finis di urutan keenam. "Saya membuat kesalahan dan menabrak Jarno. Saya telah meminta maaf kepadanya."

Lanjut Baca:

Balapan di Sepang International Circuit (SIC) agak sedikit berbeda dari sebelumnya. Pasalnya, pihak penyelenggara terpaksa memotong waktu putaran dari 56 menjadi 31 lap setelah badai dahsyat menghantam wilayah Sepang dan membanjiri lintasan. Itu adalah peristiwa kelima kalinya pada balapan Formula 1 di mana dihentikan oleh masalah cuaca. Jenson Button Brawn lantas dianggap sebagai pemenang disusul Nick Heidfeld dan Timo Glock di urutan ketiga"Anda harus memikirkan keamanan," kata Button. "Ketika safety car menarik diri pada 20 detik per lap, Anda tahu itu terlalu basah untuk mobil F1," jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya