Liputan6.com, Yogyakarta: Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai keistimewaan Yogyakarta mendapat reaksi cukup keras dari masyarakat Yogyakarta. Tak heran, karena loyalitas mereka terhadap Sultan dan Keraton Jogja tak lepas dari berbagai kemudahan yang diberikan pihak Keraton kepada warga.
Di antaranya keberadaan Sultan Ground atau Tanah Kasultanan, yaitu lahan luas yang penggarapannya diserahkan kepada warga tanpa pungutan biaya sepeser pun. Secara keseluruhan, luas Tanah Kasultanan mencapai sekitar 1.000 hektare.
Sebagai sebuah wilayah yang pernah berkuasa secara mandiri, Keraton Yogyakarta memiliki ratusan hektare tanah yang tersebar di penjuru Yogyakarta. Lahan itulah kini yang menjadi sumber penghidupan ribuan warga Yogyakarta.
Kawasan pantai Samas di Bantul salah satunya. Areal berpasir ini merupakan lahan pertanian yang menjadi tambang rupiah bagi petani di pesisir selatan Bantul. Dari bawang merah, cabai, hingga sayur mayur lainnya tumbuh subur di lahan pasir ini.
Hasil yang didapat para petani bisa mencapai belasan juta rupiah sekali panen. Namun, tak serupiah pun pihak Keraton menarik biaya sewa. Maka, tak heran warga merasa sangat terusik saat pemerintah menyoal status Keistimewaan Yogyakarta.(ADO)
Di antaranya keberadaan Sultan Ground atau Tanah Kasultanan, yaitu lahan luas yang penggarapannya diserahkan kepada warga tanpa pungutan biaya sepeser pun. Secara keseluruhan, luas Tanah Kasultanan mencapai sekitar 1.000 hektare.
Sebagai sebuah wilayah yang pernah berkuasa secara mandiri, Keraton Yogyakarta memiliki ratusan hektare tanah yang tersebar di penjuru Yogyakarta. Lahan itulah kini yang menjadi sumber penghidupan ribuan warga Yogyakarta.
Kawasan pantai Samas di Bantul salah satunya. Areal berpasir ini merupakan lahan pertanian yang menjadi tambang rupiah bagi petani di pesisir selatan Bantul. Dari bawang merah, cabai, hingga sayur mayur lainnya tumbuh subur di lahan pasir ini.
Hasil yang didapat para petani bisa mencapai belasan juta rupiah sekali panen. Namun, tak serupiah pun pihak Keraton menarik biaya sewa. Maka, tak heran warga merasa sangat terusik saat pemerintah menyoal status Keistimewaan Yogyakarta.(ADO)