Liputan6.com, Jakarta: Polri mendapat sumbangan puluhan juta dolar Australia dari Kepolisian Australia atau Australian Federal Police (AFP). Dana tersebut ditujukan untuk membantu Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam pembuatan Laboratorium Forensik Cyber Crime terbesar di Asia.
"Bantuan berupa peralatan-peralatan untuk laboratorium forensik atau cyber terbesar di asia,"ucap Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Komjen (pol) Ito Sumardi usai menerima kunjungan beberapa anggota AFP di gedung Bareskrim Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Jumat (26/11).
Menurut Ito, sumbangan dari AFP untuk mendirikan Laboratorium yang besarnya tiga kali lipat dari Laboratorium milik Australia. "Bantuan senilai 20 juta dolar Australia," tambah Ito.
Laboratorium itu sendiri, menurut mantan Kapolda Sumatera Selatan, didirikan untuk menangani kejahatan penyelundupan manusia atau Human Tafficking termasuk kejahatan Terorisme.
Ito juga menambahkan, pembangunan laboratorium itu telah dilakukan di gedung Bareskrim, Mabes Polri. "Sudah mulai membangun, di lantai 4," imbuh Ito. (MEL)
"Bantuan berupa peralatan-peralatan untuk laboratorium forensik atau cyber terbesar di asia,"ucap Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Komjen (pol) Ito Sumardi usai menerima kunjungan beberapa anggota AFP di gedung Bareskrim Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Jumat (26/11).
Menurut Ito, sumbangan dari AFP untuk mendirikan Laboratorium yang besarnya tiga kali lipat dari Laboratorium milik Australia. "Bantuan senilai 20 juta dolar Australia," tambah Ito.
Laboratorium itu sendiri, menurut mantan Kapolda Sumatera Selatan, didirikan untuk menangani kejahatan penyelundupan manusia atau Human Tafficking termasuk kejahatan Terorisme.
Ito juga menambahkan, pembangunan laboratorium itu telah dilakukan di gedung Bareskrim, Mabes Polri. "Sudah mulai membangun, di lantai 4," imbuh Ito. (MEL)