Liputan6.com, Jakarta: Warga Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, memusnahkan sekitar 2.000 ekor tikus dengan cara dibakar. Tikus-tikus ini adalah hasil perburuan warga selama tiga hari berturut-turut yang dilakukan pada malam hari dengan menggunakan tombak, kelewang, dan senapan angin. Aksi ini adalah kelanjutan dari perang terhadap tikus yang menjadi pembawa penyebab penyakit leptospirosis [baca: Sutiyoso Menyerukan Warga Memerangi Tikus]. Demikian penjelasan Kepala Kelurahan Bendungan Hilir M. Zaenudin di Jakarta, Ahad (10/3) pagi.
Menurut Zaenudin, setiap ekor tikus yang berhasil ditangkap, semula dihargai Rp 1.000. Namun, untuk lebih menarik minat warga, kelurahan menaikkan harga menjadi Rp 3.000 per ekor. Untuk keperluan ini, kelurahan mengeluarkan dana sekitar Rp 2,5 juta yang dimbil dari bantuan gubernur DKI.
Upaya pemberantasan tikus ini dilakukan karena penyakit leptospirosis bersumber dalam air seni tikus [baca: Leptospirosis Mewabah di Jakarta]. Seorang warga Bendungan Hilir dilaporkan meninggal karena penyakit yang disebabkan kuman leptospira itu.(ZAQ/Edi Priyono dan Yosef Herhudi Lestari)
Menurut Zaenudin, setiap ekor tikus yang berhasil ditangkap, semula dihargai Rp 1.000. Namun, untuk lebih menarik minat warga, kelurahan menaikkan harga menjadi Rp 3.000 per ekor. Untuk keperluan ini, kelurahan mengeluarkan dana sekitar Rp 2,5 juta yang dimbil dari bantuan gubernur DKI.
Upaya pemberantasan tikus ini dilakukan karena penyakit leptospirosis bersumber dalam air seni tikus [baca: Leptospirosis Mewabah di Jakarta]. Seorang warga Bendungan Hilir dilaporkan meninggal karena penyakit yang disebabkan kuman leptospira itu.(ZAQ/Edi Priyono dan Yosef Herhudi Lestari)