KOLOM: Neymar dan Kisah Pemberani di Bursa Transfer

Neymar bisa disebut pemberani karena melawan arus dengan pindah ke PSG ketimbang bertahan di Barcelona.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 04 Agustus 2017, 08:00 WIB
Kolom Bola Asep Ginanjar (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Jadilah pemberani. Jadilah orang yang mampu membuat putusan-putusan penting dalam hidup. Tak usah meragu walau seisi dunia menilai konyol bin bodoh. Rupanya itulah prinsip yang dipegang Daniel Alves, bek senior Brasil yang kini memperkuat Paris Saint-Germain. Pekan lalu, dia menularkan prinsip itu kepada Neymar.

Soal keberanian membuat putusan penting dan mengikuti kehendak hati, Alves memang patut diacungi jempol. Dia tak pernah mau terjebak di zona nyaman. Bek kanan asal Brasil itu tanpa ragu meninggalkan Barcelona pada musim lalu. Semusim kemudian, dia juga tak ragu hengkang dari Juventus. Lalu, dia pun menolak reuni dengan Pep Guardiola di Manchester City demi tantangan baru di PSG.

Entah karena nasihat dari Alves itu atau bukan, Neymar akhirnya berani menyampaikan putusan penting dalam kariernya. Awal Agustus lalu, dia menghadap petinggi Barcelona dan menyampaikan keinginan pergi dari Camp Nou. Tujuannya sudah jelas, menerima pinangan Paris Saint-Germain yang mengaktifkan klausul pelepasannya senilai 222 juta euro.

Pindah dari Camp Nou ke PSG tentu saja terkesan konyol. Apalagi bagi seorang megabintang yang tengah berada di usia terbaik dan digadang-gadang sebagai ikon masa depan Blaugrana. Pergi ke PSG, bagi kebanyakan orang, adalah putusan demi uang semata. Hengkang dari Spanyol ke Prancis adalah kemunduran yang sangat nyata.

Langkah Neymar tak ubahnya melawan arus. Lazimnya, pemain menimba ilmu di Prancis, lalu melompat ke Spanyol, Italia atau Inggris. Itulah yang dilakukan Ronaldinho, Michael Essien, Petr Cech, dan lain-lain. Ligue 1 juga biasanya hanya pelarian bagi pemain-pemain yang sudah berumur seperti Ibra atau tengah terpuruk semisal Mario Balotelli.

Pekerja memasang poster baru di luar Stadion Camp Nou di Barcelona (2/8). Barcelona mengakui kekalahan dalam meyakinkan penyerang Brasil tersebut untuk tinggal di Camp Nou. (AFP Photo/Josep Lago)

Lanjut Baca:

Saat ini, pindah ke PSG juga merusak citra diri. Siapa pun yang dengan mudahnya merapat ke klub asal Ibu Kota Prancis itu pasti dicap mata duitan. Tengok saja Lucas Moura, Angel Di Maria, Julian Draxler yang lebih dulu bergabung ke sana. Saat merapat ke Parc des Princes, label mata duitan langsung disematkan kepada mereka.Orang-orang menutup mata dan telinga terhadap alasan apa pun yang diungkapkan sang pemain. Gabung ke PSG ya pasti karena uang semata. Titik. Nanti pun begitu bila Neymar membeberkan alasan-alasannya. Mereka hanya akan menerima bila dia berkata, "Saya bergabung dengan klub ini demi mendapatkan gaji lebih tinggi dari yang saya terima di Barcelona."Mereka tak akan mau menerima dalih lain. Padahal, ada cukup banyak alasan logis yang sempat diformulasikan Diario Sport saat rumor kepindahan Neymar mulai mencuat. Kala itu, Sport antara lain menyebut sang pemain ingin lepas dari bayang-bayang Lionel Messi. Lalu, yang tak kalah masuk akal, Neymar kehilangan kebahagian karena Blaugrana melepas rekan-rekan senegaranya. Salah satunya Alves. Dalam pandangan Ronaldinho, legenda Brasil yang pernah memperkuat PSG dan Barcelona, kebahagian sangatlah penting. Itu pula yang disampaikannya saat mengomentari rumor kepindahan Neymar ke PSG. Menurut dia, [Neymar](3046003 "") hanya perlu menuruti kata hatinya yang pasti akan membuatnya bahagia. [vidio:](https://www.vidio.com/watch/805393-kaka-ingin-neymar-tinggalkan-barcelona-untuk-psg)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya