Liputan6.com, Magelang: Bicara Gunung Merapi sepertinya tak bisa dilepaskan dengan sosok Mbah Marijan. Ketika letusan Merapi 2006, semua warga sudah turun, bahkan wedus gembel pun sudah mulai turun gunung, namun Mbah Marijan tetap ada di sana.
Kini Mbah Marijan tidak seperti dulu. Selain sulit ditemui, menurut informasi dari Staf Khusus Presiden Bantuan Sosial dan Bencana, kali ini Mbah Marijan akan menyerahkan sepenuhnya keputusan dari pemrintah jika Gunung Merapi meletus.
Keputusan Mbah Marijan mungkin ada benarnya. Sebab kali ini diprediksi gempa Merapi lebih buruk dari 2006. Sampai hari ini aktivitas warga lereng gunung masih berjalan normal. Namun warga dihimbau waspada karena status merapi sewaktu-waktu berubah.
Meski gejala Merapi makin mengkhawatirkan, justru persiapan pemerintah nampak belum serius. Pasalnya hampir seluruh jalur evakuasi yang menghubungkan desa-desa di lereng Merapi dengan Kota Magelang kondisinya sudah rusak parah.(JUM)
Kini Mbah Marijan tidak seperti dulu. Selain sulit ditemui, menurut informasi dari Staf Khusus Presiden Bantuan Sosial dan Bencana, kali ini Mbah Marijan akan menyerahkan sepenuhnya keputusan dari pemrintah jika Gunung Merapi meletus.
Keputusan Mbah Marijan mungkin ada benarnya. Sebab kali ini diprediksi gempa Merapi lebih buruk dari 2006. Sampai hari ini aktivitas warga lereng gunung masih berjalan normal. Namun warga dihimbau waspada karena status merapi sewaktu-waktu berubah.
Meski gejala Merapi makin mengkhawatirkan, justru persiapan pemerintah nampak belum serius. Pasalnya hampir seluruh jalur evakuasi yang menghubungkan desa-desa di lereng Merapi dengan Kota Magelang kondisinya sudah rusak parah.(JUM)