Liputan6.com, Nganjuk: Setiap daerah di Indonesia mempunyai nilai sejarah yang unik dan berbeda. Setidaknya, inilah yang dirasakan aktor Aldiansyah Taher ketika berkunjung ke Candi Lor di Nganjuk, Jawa Timur. Bagi Aldi, momen yang ia dapatkan di kawasan candi tersebut tak dapat dirasakan setiap waktu.
Aldi terpesona. "Aku takjub banget sama Candi Lor, salah satu objek wisata yang memang benar-benar sayang banget kalau kita enggak pernah ke sini. Candi ini terbuat dari batu bata merah yang diyakini sebagai monumen cikal bakal berdirinya Nganjuk," kata Aldi dalam tayangan Status Selebritis, Ahad (26/9).
Pada areal candi Lor terdapat dua makam Raja Mataram: Eyang Kerto dan Eyang Kerti. Selain itu juga terdapat sebuah pohon kepuh yang telah tumbuh sejak 1866.
Konon, Mpu Sindok--Raja Mataram Hindu--memerintahkan Rakai Hinu Sahasra, Rakai Baliswara, serta Rakai Kanuruhan pada 937 M untuk membangun sebuah bangunan suci bernama Srijayamerta, sebagai pertanda penetapan area Anjuk Ladang yang sekarang disebut Nganjuk.(YUS)
Aldi terpesona. "Aku takjub banget sama Candi Lor, salah satu objek wisata yang memang benar-benar sayang banget kalau kita enggak pernah ke sini. Candi ini terbuat dari batu bata merah yang diyakini sebagai monumen cikal bakal berdirinya Nganjuk," kata Aldi dalam tayangan Status Selebritis, Ahad (26/9).
Pada areal candi Lor terdapat dua makam Raja Mataram: Eyang Kerto dan Eyang Kerti. Selain itu juga terdapat sebuah pohon kepuh yang telah tumbuh sejak 1866.
Konon, Mpu Sindok--Raja Mataram Hindu--memerintahkan Rakai Hinu Sahasra, Rakai Baliswara, serta Rakai Kanuruhan pada 937 M untuk membangun sebuah bangunan suci bernama Srijayamerta, sebagai pertanda penetapan area Anjuk Ladang yang sekarang disebut Nganjuk.(YUS)