Menpora Beri Masukan ke PBSI Soal Kegagalan di Piala Sudirman

PBSI mendapat masukan dari Menpora Imam Nahrawi terkait kegagalan tim bulu tangkis Indonesia di Piala Sudirman 2017.

oleh Liputan6.com diperbarui 06 Jun 2017, 18:15 WIB
Tim bulu tangkis Indonesia gagal di Piala Sudirman 2017. Indonesia tidak lolos fase grup. (Humas PP PBSI)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi memanggil jajaran pengurus PBSI terkait kegagalan tim bulu tangkis di Piala Sudirman 2017. Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budiharto mengaku tidak masalah dengan pemanggilan itu. Menurutnya, PBSI justru telah mendapatkan masukan yang positif dari perwakilan pemerintah tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menpora memanggil PBSI dan menggelar rapat untuk membahas kegagalan tim bulutangkis Indonesia di Piala Sudirman 2017, Senin (5/6/2017) siang, di Kantor Kemenpora. Di ajang itu, Mohammad Ahsan dkk mendapatkan hasil terburuk sepanjang keikutsertaan mereka.

Pasukan Cipayung tersingkir di babak penyisihan karena kalah head to head poin karena mengalami kekalahan 1-4 dari India dan hanya meraih kemenangan 3-2 atas Denmark.

"Secara prinsip tidak ada masalah karena sudah sewajarnya Menpora sebagai perwakilan pemerintah ingin mendapatkan penjelasan soal kegagalan di Piala Sudirman 2017," kata Achmad Budiharto kepada Bola.com di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (6/6/2017).

"Kami sudah menjelaskan secara rinci beberapa hal yang menjadi kendala dan evaluasi apa yang sudah dipersiapkan. Kami mendapatkan beberapa masukan yang sifatkan konstruktif berupa perbaikan bulutangkis ke depannya," tambahnya.

Rapat tersebut kemudian menghasilkan 9 poin penting. Di antaranya menyangkut evaluasi menuju turnamen selanjutnya serta percepatan regenerasi atlet. Seperti diketahui, Indonesia akan menjadi tuan rumah di Indonesia Open 2017 yang akan digelar pada 12-18 Juni 2017 di Jakarta Convention Center (JCC).

"Saya kira Menpora sangat paham kondisi pemain-pemain Indonesia di bawah naungan PBSI. Kami sudah menjelaskan secara rinci posisi Indonesia ada di mana dan apa yang harus dilakukan," ujar Budiharto.

(Artikel ini ditulis oleh Zulfirdaus Harahap / diedit oleh Muhammad Wirawan Kusuma / Bola.com)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya