Gara-Gara Teriak Bom, 1.000 Orang Luka dalam Kepanikan Fans Juve

Peristiwa kepanikan fans Juventus di Turin bersamaan dengan final Liga Champions.

oleh Windi Wicaksono diperbarui 04 Jun 2017, 21:30 WIB
Suporter Juventus meninggalkan lokasi nonton bareng (nobar) final Liga Champions di Turin, Italia, Minggu (4/6). Sebuah ledakan terjadi beberapa saat setelah final Liga Champions antara Juventus vs Real Madrid berakhir. (Alessandro Di Marco/ANSA via AP)

Liputan6.com, Turin - Kepolisian Kota Turin menyebutkan sedikitnya seribu orang terluka, tujuh di antaranya cedera serius, menyusul ledakan kembang api yang menimbulkan kepanikan saat ribuan fans Juventus berkumpul menyaksikan final Liga Champions di Turin, Italia.

Wartawan AFP di lokasi kejadian mengatakan suasana berubah kacau saat memasuki 10 menit sebelum pertandingan usai pada Sabtu malam. Kepanikan itu dipicu ledakan kembang api yang disambut suara teriakan bahwa sebuah bom telah meledak.

Seperti dilansir AFP, sebagian besar korban yang dirawat mengalami luka dan memar. Namun tujuh orang harus dibawa ke unit gawat darurat di rumah sakit setempat.

Saat kepanikan itu terjadi, kerumunan orang yang berkumpul di Piazza San Carlo berlari terburu-buru menuju titik keluar lokasi itu. Bahkan banyak sepatu fans Juventus yang berserakan akibat berlari dan berebut akses keluar lokasi.

Insiden itu tentunya menjadi malam yang menyedihkan bagi pendukung Juventus setelah menyaksikan timnya dikalahkan Real Madrid 4-1 di final Liga Champions di Cardiff, Wales.

Luka-luka itu terjadi setelah pagar di sekitar pintu masuk yang menuju tempat parkir bawah tanah, di bawah lokasi kerumunan itu, tak mampu menahan beban kerumunan orang-orang di lokasi itu.

Media lokal mengutip penggemar Juventus yang mengatakan kepanikan tersebut membangkitkan kenangan menyakitkan atas tragedi Heysel 1985, di mana 39 penggemar yang kebanyakan orang Italia meninggal akibat dinding yang roboh sebelum dimulainya final Piala Champions melawan Liverpool. 

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya