Penyelam Prancis Panen Anggur dari Dasar Laut Mediterania

oleh Arny Christika PutriDiterbitkan 17 Mei 2017, 09:00 WIB
20170515-Panen Anggur di Dasar Laut Mediterania-AFP
Sejumlah penyelam Prancis melakukan percobaan proses pematangan anggur di dasar Laut Mediterania selama setahun.
Seorang penyelam menunjukkan botol anggur yang disimpan di dasar Laut Mediterania di Saint-Mandrier, Prancis selatan, 15 Mei 2017. Sejumlah penyelam Prancis melakukan percobaan proses pematangan anggur di dalam air selama setahun. (Boris HORVAT/AFP)
Botol anggur Bandol yang disimpan di dasar Laut Mediterania, Saint-Mandrier di Prancis, setelah melalui percobaan penyimpanan satu tahun, 15 Mei 2017. Percobaan untuk mengetahui dampak jika botol anggur itu disimpan lama di dalam air. (Boris HORVAT/AFP)
Penyelam mengambil botol anggur yang disimpan dalam peti di dasar Laut Mediterania di Saint-Mandrier, Prancis selatan, 15 Mei 2017. Sejumlah penyelam Prancis melakukan percobaan proses pematangan anggur di dalam air selama setahun. (Boris HORVAT/AFP)
Penyelam mengambil botol anggur yang disimpan di dasar Laut Mediterania, Saint-Mandrier di Prancis, setelah percobaan penyimpanan satu tahun, 15 Mei 2017. Percobaan guna mengetahui dampak jika botol anggur itu disimpan lama di dalam air (Boris HORVAT/AFP)
Peti berisi botol anggur Bandol yang disimpan di dasar Laut Mediterania di Saint-Mandrier, Prancis selatan, 15 Mei 2017. Sejumlah penyelam Prancis melakukan percobaan proses fragmentasi atau pematangan anggur di dalam air selama setahun (Boris HORVAT/AFP)
Penyelam menunjukkan botol anggur yang disimpan di dasar Laut Mediterania, Saint-Mandrier di Prancis, usai percobaan penyimpanan satu tahun, 15 Mei 2017. Percobaan untuk mengetahui dampak jika botol anggur itu disimpan lama di dalam air (Boris HORVAT/AFP)
Sebuah derek digunakan untuk mengambil peti berisi botol anggur di dasar Laut Mediterania di Saint-Mandrier, Prancis selatan, 15 Mei 2017. Penyelam Prancis melakukan percobaan proses pematangan anggur di dalam air selama setahun. (Boris HORVAT/AFP)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya