Harga Kebutuhan Pokok Merangkak Naik Jelang Ramadan

Selain karena minimnya stok, kenaikan kebutuhan pokok terjadi akibat meningkatnya permintaan dari masyarakat.

oleh Liputan6.com diperbarui 14 Mei 2017, 15:18 WIB
Pedagang menjajakan cabai dagangannya di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (27/8/2015). Naiknya harga kebutuhan pokok membuat pembeli mengurangi pembelian bahan makanan hingga menyebabkan daya beli masyarakat turun. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Jelang Ramadan, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Jakarta terus merangkak naik, khususnya pada komoditas sayuran seperti bawang dan cabai. 

Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Minggu (14/5/2017), akibat kenaikan ini, seorang ibu bernama Yana, protes dan menolak membayar pada pedagang sayur di Pasar Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, saat membeli cabai.

Kekesalan bisa jadi tidak dialami oleh ibu Yana saja. Sebab, dalam satu minggu terakhir sejumlah harga komoditas pangan melonjak naik. Alhasil para pedagang harus rela bernegosiasi dengan pelanggannya.

Kondisi serupa terjadi di Pasar Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas pangan, seperti cabai rawit merah, bawang merah, dan bawang putih.

Selain karena minimnya stok, kenaikan terjadi akibat meningkatnya permintaan dari masyarakat.

Kenaikan signifikan terjadi pada cabai rawit merah, yakni sebesar Rp 20 ribu. Cabai keriting mengalami kenaikan Rp 10 ribu. Kentang sebelumnya dijual Rp 13 ribu per kilogram, kini dijual Rp 17 ribu.

Kenaikan juga terjadi pada bawang putih sebesar Rp 25 ribu per kilogram. Bawang merah naik Rp 5 ribu per kilogram. Sementara telur ayam negeri, naik sebanyak Rp 4 ribu  per kilogram.

Kondisi ini tentu menyulitkan para konsumen juga pedagang kebutuhan pokok. Konsumen yang mulai mengurangi pembeliannya menyebabkan berkurangnya omzet pedagang.

Saksikan tayangan video harga kebutuhan pokok merangkak naik jelang Ramadan. 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya