Dua pria tersenyum lebar setelah mendaftarkan diri sebagai konsumen ganja di kantor pos di Montevideo, Urugay, Selasa (2/5). Urugay menjadi yang pertama di dunia yang secara resmi melegalkan ganja untuk tujuan rekreasional. (Pablo PORCIUNCULA / AFP )
Seorang wanita mendaftarkan diri sebagai konsumen ganja di kantor pos ibu kota Urugay, Montevideo, Selasa (2/5). Pengguna harus mendaftarkan diri ke pemerintah untuk memastikan konsumsi ganja mereka tidak lebih dari 40 gram per bulannya. (MIGUEL ROJO/AFP)
Seorang wanita menunjukkan bukti pendaftaran sebagai konsumen ganja di Montevideo, Urugay, Selasa (2/5). Mulai Juli, ganja bisa dengan mudah ditemukan di seluruh apotik di Uruguay yang dibanderol per gram sekitar Rp17 ribu. (Pablo PORCIUNCULA / AFP )
Seorang pria usai mendaftarkan diri sebagai konsumen ganja di kantor pos ibu kota Urugay, Montevideo, Selasa (2/5). Uruguay mempersilakan warganya menggunakan ganja di mana saja serta membebaskan menumbuhkan mariyuana di rumah. (Pablo PORCIUNCULA/AFP )
Beatriz (kanan) memasuki kantor pos untuk mendaftarkan diri sebagai konsumen ganja di Montevideo, Urugay, Selasa (2/5). Uruguay adalah negara pertama di dunia yang melegalkan ganja mulai dari proses produksi hingga penjualan. (Pablo PORCIUNCULA/AFP )