Liputan6.com, South Carolina: Sedikitnya 100 pegawai negeri sipil South Carolina, Amerika Serikat mendapat asuransi operasi gratis untuk mengurangi kandungan lemak. Hal ini dilakukan menyusul kenaikan jumlah penderita obesitas di negara bagian tersebut.
Stephen VanCamp, direktur pragram asuransi pegawai di South Carolina, Amerika Serikat, Sabtu (14/8), mengatakan, operasi gratis itu meliputi pembedahan kecil pada bagian perut untuk menyedot lemak dengan perangkat khusus. Operasi diperkirakan memakan biaya sekitar US$ 24 ribu atau setara Rp 216 juta per orang.
Legislator setempat menyatakan mendukung program tersebut dengan mensahkan penggelontoran anggaran bantuan sebesar US$ 2,4 juta atau setara Rp 240 miliar. Bahkan dewan juga menyetujui bantuan tambahan sebanyak US $ 19 juta atau sekitar Rp 171 miliar sesuai dengan amanat undang-undang kesehatan baru.
Menurut Badan Kesehatan Negara diperkirakan lebih dari US$ 1 miliar atau setara Rp 9 triliun per tahun dihabiskan warga negara bagian South Caroloni guna mengatasi penyakit obesitas. Karena penderita obesitas lebih besar beresiko menghadapi sejumlah masalah kesehatan seperti diabetes, jantung, kanker hingga insomnia.(AP/AYB)
Stephen VanCamp, direktur pragram asuransi pegawai di South Carolina, Amerika Serikat, Sabtu (14/8), mengatakan, operasi gratis itu meliputi pembedahan kecil pada bagian perut untuk menyedot lemak dengan perangkat khusus. Operasi diperkirakan memakan biaya sekitar US$ 24 ribu atau setara Rp 216 juta per orang.
Legislator setempat menyatakan mendukung program tersebut dengan mensahkan penggelontoran anggaran bantuan sebesar US$ 2,4 juta atau setara Rp 240 miliar. Bahkan dewan juga menyetujui bantuan tambahan sebanyak US $ 19 juta atau sekitar Rp 171 miliar sesuai dengan amanat undang-undang kesehatan baru.
Menurut Badan Kesehatan Negara diperkirakan lebih dari US$ 1 miliar atau setara Rp 9 triliun per tahun dihabiskan warga negara bagian South Caroloni guna mengatasi penyakit obesitas. Karena penderita obesitas lebih besar beresiko menghadapi sejumlah masalah kesehatan seperti diabetes, jantung, kanker hingga insomnia.(AP/AYB)