5 Marquee Player Ini Bisa Susul Essien Main di Indonesia

Persib mendatangkan Micheal Essien dengan status marquee player.

oleh Cakrayuri NuralamDiterbitkan 06 April 2017, 19:00 WIB
Persib mendatangkan Micheal Essien dengan status marquee player. (Liputan6.com/Kukuh Saokani)

Liputan6.com, Jakarta - Dua klub Indonesia, Persib Bandung dan Madura United mendatangkan tiga pemain yang pernah bermain di Liga Inggris. Persib mendatangkan Micheal Essien dan Carlton Cole, sedangkan Madura United merekrut Peter Odemwingie.

Tiga pemain itu datang berkat adanya peraturan dari PSSI yang memperbolehkan merekrut marquee player atau pemain yang sudah bermain dalam dua edisi Piala Dunia atau pernah berkompetisi di top Eropa. Essien dan Odemwingie merupakan marquee player yang diharapkan mampu mendongkrak nilai jual sepak bola Indonesia.

Sedangkan Cole tidak disebut sebagai marquee player karena Persib mendatangkannya untuk memunuhi slot kuota pemain asing di Liga 1 musim ini.

Fenomena marquee player bukan hal baru di sepak bola Indonesia. Dua dekade lalu, sempat ada nama Mario Kempes dan Roger Milla yang meramaikan kompetisi sepak bola Tanah Air.

Sebelum bursa transfer pemain di sepak bola Indonesia di tutup pada 30 April mendatang, setidaknya ada beberapa klub yang berniat mendatangkan marquee player. Siapa lagi pemain top yang bakal mengikuti langkah Essien dan Odemwingie? Simak di halaman selanjutnya.


Robbie Keane

Agen sempat menawarkan mantan pemain Liverpool, Robbie Keane kepada Bali United. (Reuters/Clodagh Kilcoyne)

Mantan pemain Tottenham Hotspur dan Liverpool, Robbie Keane bisa menjadi marquee player berikutnya di Indonesia. Terlebih lagi, dia belum mempunyai klub baru setelah tidak memperpanjang kontraknya bersama LA Galaxy.

Meski sudah berusia 36 tahun, naluri mencetak gol Keane belum hilang. Pada 2016, Keane mencetak 10 gol dari 17 penampilan bersama LA Galaxy di Liga Amerika Serikat.

Keane merupakan pemain incaran Bali United. Untuk mendapatkannya, seperti data dari Transfermarkt, Bali United harus merogoh kocek hingga 1 juta euro atau setara dengan Rp 14, 2 miliar untuk membayar gajinya per musim.


Mohamed Sissoko

Ketimbang Keane, Bali United mengaku lebih membutuhkan Mohamed Sissoko yang berposisi sebagai gelandang bertahan. (Foto: LFC)

Selain Robbie Keane, Bali United mengincar mantan mantan gelandang bertahan Liverpool, Mohamed Sissoko. Bila dibandingkan dengan Keane, Bali United lebih memilih mendatangkan Sissoko dengan alasan kebutuhan tim.

"Soal marquee player kami sempat mengundang Robbie Keane dan Sissoko. Tapi, saya prioritaskan gelandang bertahan," ucap pemilik Bali United, Pieter Tanuri.

Saat ini, pria berusia 32 tahun tersebut belum memiliki klub lagi. Bayarannya pun lebih kecil bila dibandingkan dengan Keane.

Dari data Transfermarkt, Sissoko rela mendapat bayaran sebesar 500 ribu euro atau setara dengan Rp 7,1 miliar per musim.

Lanjut Baca:

Mantan striker Manchester United (MU), Dimitar Berbatov sempat dikabarkan bakal direkrut Persib atau Bali United. Namun keduanya tidak tertarik, Persib memilih Carlton Cole, sedangkan Bali United setara terang-terangan menolak mantan pemain Timnas Bulgaria itu.Kini striker berusia 36 tahun itu dikabarkan bakal merapat ke Sriwijaya FC. Berbatov belum punya klub baru setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh PAOK, akhir musim lalu. Dia juga sempat berlatih bersama MU, beberapa waktu lalu."Pelatih memang sudah optimistis dengan skuat yang ada. Namun, kami belum menutup kemungkinan mendatangkan pemain tambahan dari kuota marquee player," ujar Presiden Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex Noerdin.Bila merekrut Bertatov, Sriwijaya harus merogoh kocek hingga 1 juta euro atau Rp 14,2 miliar untuk menggajinya. Namun, harga itu bisa saja berkurang bila Berbatov tertarik bermain di Indonesia dengan harga yang lebih murah.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya