Liputan6.com, Manchester: Bertepatan dengan keberhasilan Santos meraih Copa do Brasil pada Rabu (4/8) lalu, berakhir sudah kontrak peminjaman striker Manchester City Robinho di Vila Belmiro. Hal itu sesuai dengan kesepakatan loan yang diteken kedua klub pada 28 Januari lalu. Rencananya, Robinho baru kembali ke Inggris setelah memperkuat Timnas Brasil di laga persahabatan melawan AS, Rabu (11/8) pekan depan.
Robinho berkali-kali meminta City melepaskannya ke Santos. Sayangnya, Peixe, julukan Santos, tidak mempunyai dana yang cukup untuk memermanenkan status Robinho. Dengan modal awal 32,5 juta pound yang dikeluarkan saat merekrut Robinho dari Real Madrid pada 1 September 2008, City berharap Robinho bisa dilego dengan fee 20 juta pound.
Jumlah itu terbilang besar untuk dipenuhi klub-klub peminat. Apalagi, gaji Robinho terbilang sangat tinggi, 160 ribu pound atau sekitar Rp 2,24 miliar per minggunya. Karena itulah, sampai sejauh ini belum ada klub yang melontarkan ketertarikannya mengakuisisi penyerang berusia 26 tahun tersebut.
Itulah sebabnya, Santos berupaya melakukan langkah terakhir untuk membujuk City demi mendapatkan kembali Robinho. Hal itu diungkapkan Presiden Santos, Luis Alvaro de Oliveira Ribeiro. “City telah memberi tahu kami bahwa mereka tidak akan meminjamkannya lagi. Tapi, Robinho akan berusaha melakukan pembicaraan dengan direksi klub. Tidak ada pemain yang bermain di klub yang tidak ia inginkan. Karenanya, saya masih percaya dapat membujuk City untuk meminjamkannya kembali,” aku Ribeiro.
Menurut Ribeiro, peminjaman kembali Robinho merupakan solusi terbaik bagi semua pihak, City, Santos, pemain itu sendiri, dan persepakbolaan Brasil. “Kami menyepakati kontrak peminjaman di awal tahun. Kali ini, kami pun menginginkan kondisi yang sama dimana kami akan membayar gajinya. Hal itu baik bagi persepakbolaan Brasil, Robinho, dan City sendiri. Sebab, dengan demikian, value pemain tidak berkurang,” tegas Ribeiro.
Di lain pihak, Robinho mengamini pernyataan bos Santos. “Saya tidak ingin trofi ini merupakan gelar terakhir yang saya raih di sini,” ujarnya seusai mengantarkan Santos menjuarai Copa do Brasil mengalahkan Vitoria dengan agregat 3-2. “Saya benar-benar ingin tetap tinggal di sini (Santos). Tapi, saya sadar hal itu tidak hanya tergantung pada diri saya sendiri. Hati saya tertanam di sini. Namun, saya harus berbicara dengan City. Sebab, saya terikat kontrak dan tidak mau mencari perselisihan,” tandas Robinho.
Ketika ditanya tentang kemungkinan City menolak upaya Santos, Robinho menjawab,” Saya akan kembali bermain bersama City dan memenuhi kontrak yang telah saya tandatangani,” pungkasnya. Sesuai dengan penekenan kontrak per 1 September 2008, Robino terikat dengan City sampai Juni 2012.(MEG/Guardian)
Robinho berkali-kali meminta City melepaskannya ke Santos. Sayangnya, Peixe, julukan Santos, tidak mempunyai dana yang cukup untuk memermanenkan status Robinho. Dengan modal awal 32,5 juta pound yang dikeluarkan saat merekrut Robinho dari Real Madrid pada 1 September 2008, City berharap Robinho bisa dilego dengan fee 20 juta pound.
Jumlah itu terbilang besar untuk dipenuhi klub-klub peminat. Apalagi, gaji Robinho terbilang sangat tinggi, 160 ribu pound atau sekitar Rp 2,24 miliar per minggunya. Karena itulah, sampai sejauh ini belum ada klub yang melontarkan ketertarikannya mengakuisisi penyerang berusia 26 tahun tersebut.
Itulah sebabnya, Santos berupaya melakukan langkah terakhir untuk membujuk City demi mendapatkan kembali Robinho. Hal itu diungkapkan Presiden Santos, Luis Alvaro de Oliveira Ribeiro. “City telah memberi tahu kami bahwa mereka tidak akan meminjamkannya lagi. Tapi, Robinho akan berusaha melakukan pembicaraan dengan direksi klub. Tidak ada pemain yang bermain di klub yang tidak ia inginkan. Karenanya, saya masih percaya dapat membujuk City untuk meminjamkannya kembali,” aku Ribeiro.
Menurut Ribeiro, peminjaman kembali Robinho merupakan solusi terbaik bagi semua pihak, City, Santos, pemain itu sendiri, dan persepakbolaan Brasil. “Kami menyepakati kontrak peminjaman di awal tahun. Kali ini, kami pun menginginkan kondisi yang sama dimana kami akan membayar gajinya. Hal itu baik bagi persepakbolaan Brasil, Robinho, dan City sendiri. Sebab, dengan demikian, value pemain tidak berkurang,” tegas Ribeiro.
Di lain pihak, Robinho mengamini pernyataan bos Santos. “Saya tidak ingin trofi ini merupakan gelar terakhir yang saya raih di sini,” ujarnya seusai mengantarkan Santos menjuarai Copa do Brasil mengalahkan Vitoria dengan agregat 3-2. “Saya benar-benar ingin tetap tinggal di sini (Santos). Tapi, saya sadar hal itu tidak hanya tergantung pada diri saya sendiri. Hati saya tertanam di sini. Namun, saya harus berbicara dengan City. Sebab, saya terikat kontrak dan tidak mau mencari perselisihan,” tandas Robinho.
Ketika ditanya tentang kemungkinan City menolak upaya Santos, Robinho menjawab,” Saya akan kembali bermain bersama City dan memenuhi kontrak yang telah saya tandatangani,” pungkasnya. Sesuai dengan penekenan kontrak per 1 September 2008, Robino terikat dengan City sampai Juni 2012.(MEG/Guardian)