Liputan6.com, Manokwari: Penyelidikan penyebab tergelincirnya pesawat jenis Twin Otter milik Merpati Nusantara Airlines yang terjadi, Ahad (18/6) siang, tertunda. Tim Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), yang telah tiba di Manokwari, batal berangkat ke Kabupaten Teluk Bintuni karena pesawat yang akan membawa tim KNKT sedang diperbaiki.
Pesawat Twin Otter itu tergelincir di Bandara Bintuni, Papua Barat. Pesawat yang dikemudikan pilot Kapten Beny M dan kopilot Asrim, seorang teknisi, dan enam penumpang terbang dari Manokwari dengan tujuan Kabupaten Sorong. Diduga, pesawat tergelincir setelah pilot tiba-tiba membelokkan arah pesawat ke Bandara Bintuni akibat ada gangguan pada mesin sebelah kanan.
Akibat kejadian itu, pesawat terseret sejauh 50 meter. Kedua roda kiri dan kanan pesawat pecah. Tiang roda bagian depan pesawat juga patah. Bangkai pesawat yang tergelincir itu kini masih berada di landasan Bandar Udara Bintuni dan diberi garis polisi.(MRQ/YUS)
Pesawat Twin Otter itu tergelincir di Bandara Bintuni, Papua Barat. Pesawat yang dikemudikan pilot Kapten Beny M dan kopilot Asrim, seorang teknisi, dan enam penumpang terbang dari Manokwari dengan tujuan Kabupaten Sorong. Diduga, pesawat tergelincir setelah pilot tiba-tiba membelokkan arah pesawat ke Bandara Bintuni akibat ada gangguan pada mesin sebelah kanan.
Akibat kejadian itu, pesawat terseret sejauh 50 meter. Kedua roda kiri dan kanan pesawat pecah. Tiang roda bagian depan pesawat juga patah. Bangkai pesawat yang tergelincir itu kini masih berada di landasan Bandar Udara Bintuni dan diberi garis polisi.(MRQ/YUS)