Liputan6.com, Teheran: Ilmuwan nuklir Iran Shahram Amiri yang diculik Badan Inteligen Pusat Amerika Serikat atau CIA, akhirnya tiba di Bandar Udara Imam Khomeini, Teheran, Kamis (15/7) pukul 05.30 waktu setempat. Kepulangan Amiri disambut haru oleh istri, anggota keluarga lainnya, dan Deputi Menteri Luar Negeri Iran Hassan Ghashghavi. Saat bertemu dengan keluarganya, ia tampak terus memancarkan rona kemenangan.
Ilmuwan nuklir Iran ini tiba-tiba muncul di Washington DC, AS, Selasa lalu, setelah hilang selama lebih dari setahun. Amiri diduga diculik oleh agen mata-mata Amerika Serikat. Ia hilang di Arab Saudi pada Juni 2009 silam, saat menunaikan ibadah haji.
Para pejabat Iran mengklaim Amiri diculik oleh CIA. Namun, di lain pihak, para pejabat Gedung Putih membantah tuduhan tersebut [baca: Ilmuwan Iran Dipulangkan ke Teheran].(AST/ANS/AFP)
Ilmuwan nuklir Iran ini tiba-tiba muncul di Washington DC, AS, Selasa lalu, setelah hilang selama lebih dari setahun. Amiri diduga diculik oleh agen mata-mata Amerika Serikat. Ia hilang di Arab Saudi pada Juni 2009 silam, saat menunaikan ibadah haji.
Para pejabat Iran mengklaim Amiri diculik oleh CIA. Namun, di lain pihak, para pejabat Gedung Putih membantah tuduhan tersebut [baca: Ilmuwan Iran Dipulangkan ke Teheran].(AST/ANS/AFP)