Liputan6.com, Jakarta: Tak kenal maka tak sayang. Karena sudah saling mengenal, maka para personil band D`Bagindas bisa tetap solid. Namun, bukan berarti mereka tak memiliki masalah dalam berkomunikasi dan menyatukan ide.
Kepada Liputan6.com yang menemui mereka di Dunia Fantasi, Jakarta Utara, belum lama ini, awak D`Bagindas menceritakan keseharian mereka. "Kalau masalah timbul biasanya, karena capek," ujar Mike, sang kibordis.
Namun kondisi demikian langsung disikapi mereka dengan beristirahat. Bian yang mengisi posisi vokalis merasa agak kesulitan menyesuaikan diri dengan perbedaan kultur di antara masing-masing
personil. Lelaki berdarah Jawa itu mesti menyatu dengan rekan-rekan lainnya yang berdarah Sunda.
"Kita bersatu atas nama karya," ungkap Mike.
Dengan begitu, kata mereka, benturan soal ide dan kebiasaan tidak terlalu dipersoalkan. D`Bagindas terdiri dari Mike (kibor), Tile (gitar), Bian (vokalis), dan Dandy (gitar). Mereka bertemu di Bandung, Jawa Barat.(OMI/SHA)
Kepada Liputan6.com yang menemui mereka di Dunia Fantasi, Jakarta Utara, belum lama ini, awak D`Bagindas menceritakan keseharian mereka. "Kalau masalah timbul biasanya, karena capek," ujar Mike, sang kibordis.
Namun kondisi demikian langsung disikapi mereka dengan beristirahat. Bian yang mengisi posisi vokalis merasa agak kesulitan menyesuaikan diri dengan perbedaan kultur di antara masing-masing
personil. Lelaki berdarah Jawa itu mesti menyatu dengan rekan-rekan lainnya yang berdarah Sunda.
"Kita bersatu atas nama karya," ungkap Mike.
Dengan begitu, kata mereka, benturan soal ide dan kebiasaan tidak terlalu dipersoalkan. D`Bagindas terdiri dari Mike (kibor), Tile (gitar), Bian (vokalis), dan Dandy (gitar). Mereka bertemu di Bandung, Jawa Barat.(OMI/SHA)