Liputan6.com, Malang: Momen Piala Dunia 2010 Afrika Selatan ternyata menjadi peluang bisnis bagi pengusaha untuk mendongkrat omzet penjualan mereka. Setidaknya ini dilakukan Juhud Arianto, produsen layang-layang di Kota Malang, Jawa Timur.
Toko tempat memproduksi sekaligus berjualan layang-layang milik Juhud di kawasan Rampal saban hari nyaris tidak pernah sepi pembeli. Terlebih, selama Piala Dunia berlangsung. Toko ini menjadi tujuan utama penggemar layang-layang yang ingin membeli mainan terbuat dari kertas berkerangka dan diterbangkan ke udara dengan memakai tali bermotif Piala Dunia itu.
Ada banyak motif layang-layang bergambar pesepakbola dunia. Para penggemar layang-layang sekaligus pecinta sepakbola tinggal pilih layang-layang bergambar bintang sepakbola atau negara favorit mereka.
Layang-layang buatan Juhud ternyata mendapat respon tinggi dari masyarakat. Terbukti, omzet penjualan layang-layang meningkat hingga dua kali lipat. Dalam sehari, jika biasanya 3.000 sampai 4.000, sekarang antara 5.000 dan 6.000 layang-layang terjual. "Itu khusus untuk wilayah Malang," tutur Juhud, Ahad (11/7). Belum termasuk penjualan di Jawa Timur, Bandung, Jakarta, serta wilayah luar Pulau Jawa.
Bagi penggemar layang-layang, suasana menerbangkan layang-layang menjadi berbeda dengan biasanya. Mereka bisa menerbangkan layang-layang dengan imaginasi tokoh sepakbola yang menjadi pujaan mereka.
Dengan hasil penjualan rata-rata 6.000 layang-layang per bulan, Juhud dapat mengantongi keuntungan Rp 3 juta per hari. Jika dikalikan masa pelaksanaan Piala Dunia selama sebulan penuh, bisa dibayangkan berapa besar keuntungan yang masuk ke kantong Juhud.(BOG)
Toko tempat memproduksi sekaligus berjualan layang-layang milik Juhud di kawasan Rampal saban hari nyaris tidak pernah sepi pembeli. Terlebih, selama Piala Dunia berlangsung. Toko ini menjadi tujuan utama penggemar layang-layang yang ingin membeli mainan terbuat dari kertas berkerangka dan diterbangkan ke udara dengan memakai tali bermotif Piala Dunia itu.
Ada banyak motif layang-layang bergambar pesepakbola dunia. Para penggemar layang-layang sekaligus pecinta sepakbola tinggal pilih layang-layang bergambar bintang sepakbola atau negara favorit mereka.
Layang-layang buatan Juhud ternyata mendapat respon tinggi dari masyarakat. Terbukti, omzet penjualan layang-layang meningkat hingga dua kali lipat. Dalam sehari, jika biasanya 3.000 sampai 4.000, sekarang antara 5.000 dan 6.000 layang-layang terjual. "Itu khusus untuk wilayah Malang," tutur Juhud, Ahad (11/7). Belum termasuk penjualan di Jawa Timur, Bandung, Jakarta, serta wilayah luar Pulau Jawa.
Bagi penggemar layang-layang, suasana menerbangkan layang-layang menjadi berbeda dengan biasanya. Mereka bisa menerbangkan layang-layang dengan imaginasi tokoh sepakbola yang menjadi pujaan mereka.
Dengan hasil penjualan rata-rata 6.000 layang-layang per bulan, Juhud dapat mengantongi keuntungan Rp 3 juta per hari. Jika dikalikan masa pelaksanaan Piala Dunia selama sebulan penuh, bisa dibayangkan berapa besar keuntungan yang masuk ke kantong Juhud.(BOG)