Liputan6.com, Madrid - Real Madrid nyaris tanpa cela musim ini. Memulai musim dengan sempurna, Real Madrid hanya kalah satu kali dari 19 laga yang sudah dimainkan musim ini.
Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane menorehkan sejarah sebagai pelatih dengan rekor tak terkalahkan terpanjang di sejarah Real Madrid. Dia mampu membawa Los Blancos tak terkalahkan di 40 laga beruntun.
Advertisement
Seperti diketahui, semua ini terhenti di Ramon Sanchez Pizjuan, markas Sevilla pada 15 Januari 2017 lalu. Real Madrid kalah 1-2 dari Sevilla gara-gara gol bunuh diri Sergio Ramos.
Meski tersandung, Real Madrid relatif masih aman mengejar gelar juara La Liga yang terakhir kali dirasakan pada 2011/12 lalu. Itu karena mereka masih unggul 4 poin dari Sevilla dan Barcelona.
Salah satu keunggulan Real Madrid musim ini yaitu kehebatan mereka saat main di laga tandang. Sukses meredam Atletico Madrid di Calderon dan imbangi Barcelona di Camp Nou tahun lalu jadi bukti.
Masih ada tiga laga tandang lagi yang bisa menentukan gelar juara Real Madrid. Laga apa saja?
Pembalasan di Vigo
Salah satu laga tandang yang cukup berat yaitu saat bertandang ke markas Celta Vigo di Stadion Balaidos. Laga ini bakal berlangsung 6 Februari mendatang.
Laga ini bisa jadi pembalasan dendam bagi Real Madrid yang disingkirkan Celta Vigo di perempat final Copa Del Rey. Berdasarkan head to head, Real Madrid tetap diunggulkan untuk menang.
Los Blancos berhasil menang dalam 4 lawatan terakhir mereka ke Stadion Balaidos. Termasuk leg kedua perempat final Copa Del Rey saat mereka menang 2-1 di Balaidos.
Apakah kali ini Real Madrid benar-benar bisa menang di Balaidos? Vigo sendiri bakal menyimpan beberapa pemain untuk laga itu saat menjamu Alaves pada leg pertama semifinal Copa Del Rey pada 3 Februari 2017.
Osasuna Ogah Degradasi
Laga tandang pekan berikutnya bagi Real Madrid juga tak kalah sulit. Real Madrid bakal tandang ke markas Osasuna di Pamplona pada 13 Februari.