Bayi <i>Encephalocele</i> Perlu Bantuan

Dokter menyarankan pasangan Ridwan dan Susilowati membawa anaknya ke rumah sakit untuk operasi. Namun, keduanya tak mempunyai uang untuk berobat.

oleh Liputan6Diterbitkan 01 Juli 2010, 06:07 WIB
Liputan6.com, Jepara: Susilowati pasrah. Dia sama sekali tidak menyangka jika Slamet Mardiyanto harus lahir secara tidak sempurna. Saat lahir, otak Slamet berada di luar kepala.

Saat ditemui di rumahnya di Sekuro, Mlongo, Jepara, Jawa Tengah, baru-baru ini, Susilowati sangat sedih. Di tengah kesulitan, dia mendapat bayi yang menderita encephalocele.

Sebelum melahirkan, Susilowati mengaku sering sakit. Sesudah melahirkan, dia disarankan segera membawa Slamet ke Rumah Sakit Umum Kariyadi untuk dioperasi. Namun, biaya operasi yang mencapai puluhan juta rupiah, membuat Susilowati tidak berani membawa buah hatinya ke rumah sakit.

Ridwan, ayah Slamet, mengaku kesulitan mencari biaya untuk mengobati penyakit anaknya. Terlebih, pekerjaannya hanya sebagai buruh dan petani yang tak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Pasangan Ridwan dan Susilowati berharap ada dermawan yang mau bantu membiayai pengobatan Slamet yang saat ini sudah berusia tujuh hari.(ULF)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya