Liputan6.com, Cape Town: Aljazair meloloskan diri ke putaran final Piala Dunia (PD) 2010 di Afrika Selatan setelah di babak tiebreaking play-off unggul tipis 1-0 langsung atas musuh bebuyutannya Mesir dalam laga panas yang berlangsung di Al Merreikh Stadium, Omdurman, Sudan, 18 November 2009. Partai tiebreaking play-off itu digelar FIFA setelah kedua tim yang tergabung dalam Grup C putaran ketiga kualifikasi Zona Afrika mempunyai jumlah poin yang sama, head-to-head, dan selisih gol yang identik pula.
Menurut salah satu pemain yang berperan besar atas lolosnya Rubah Gurun, julukan Aljazair, ke Afrika Selatan, Hassan Yebda, kemenangan timnya tidak terlepas dari determinasi tim yang sangat besar untuk menaklukkan Mesir. Faktor itulah yang kini dicari Yebda dkk menjelang pertandingan hidup-mati melawan Inggris dalam lanjutan penyisihan Grup C PD 2010 yang akan berlangsung di Cape Town Stadium, Cape Town, nanti malam.
Guna mencari motivasi dan determinasi, pasukan asuhan Rabah Saadane menyempatkan diri menonton film perjuangan rakyat Aljazair saat membebaskan diri dari penjajahan Prancis yang bertajuk “Battle of Algiers”. “Saya belum pernah menonton film ini. Film yang mampu memberikan motivasi bagi kami. Penting artinya bagi kami untuk merasakan kebersamaan,” aku Yebda seusai menyaksikan film tersebut, Rabu (16/6) malam.
Menyusul kekalahan 0-1 dari Slovenia di laga pembuka, peluang Aljazair melangkahkan kakinya ke babak knock-out bakal tergantung dari hasil lawan The Three Lions nanti malam. Yebda mengaku timnya butuh faktor determinasi seperti saat menggebuk Mesir untuk dapat menjinakkan pasukan Fabio Capello.
“Ketika kami bertanding di Sudan (tiebreaking play-off lawan Mesir) kami begitu terobesi untuk meraih kemenangan. Itulah yang membuat kami mampu menaklukkan Mesir. Andaikata kami kalah, maka kami bakal tersingkir. Kondisinya sama dengan sekarang. Kami harus memasuki lapangan dengan penuh determinasi dan obsesi meraih kemenangan,” tegas Yebda.
Sementara itu, pelatih Saadane menjamin jika Rubah Gurun tidak akan bermain layaknya Korea Utara menghadapi Brasil atau Swiss saat menjajal Spanyol. Aljazair bakal tetap menyerang. Sebab, “Gaya permainan kami berbeda. Kami mempunyai para pemain yang berbeda. Anda harus mengembangkan tim dengan berlandaskan karakteristik para pemain yang Anda miliki,” tandas Saadane.(MEG/Reuters)
Menurut salah satu pemain yang berperan besar atas lolosnya Rubah Gurun, julukan Aljazair, ke Afrika Selatan, Hassan Yebda, kemenangan timnya tidak terlepas dari determinasi tim yang sangat besar untuk menaklukkan Mesir. Faktor itulah yang kini dicari Yebda dkk menjelang pertandingan hidup-mati melawan Inggris dalam lanjutan penyisihan Grup C PD 2010 yang akan berlangsung di Cape Town Stadium, Cape Town, nanti malam.
Guna mencari motivasi dan determinasi, pasukan asuhan Rabah Saadane menyempatkan diri menonton film perjuangan rakyat Aljazair saat membebaskan diri dari penjajahan Prancis yang bertajuk “Battle of Algiers”. “Saya belum pernah menonton film ini. Film yang mampu memberikan motivasi bagi kami. Penting artinya bagi kami untuk merasakan kebersamaan,” aku Yebda seusai menyaksikan film tersebut, Rabu (16/6) malam.
Menyusul kekalahan 0-1 dari Slovenia di laga pembuka, peluang Aljazair melangkahkan kakinya ke babak knock-out bakal tergantung dari hasil lawan The Three Lions nanti malam. Yebda mengaku timnya butuh faktor determinasi seperti saat menggebuk Mesir untuk dapat menjinakkan pasukan Fabio Capello.
“Ketika kami bertanding di Sudan (tiebreaking play-off lawan Mesir) kami begitu terobesi untuk meraih kemenangan. Itulah yang membuat kami mampu menaklukkan Mesir. Andaikata kami kalah, maka kami bakal tersingkir. Kondisinya sama dengan sekarang. Kami harus memasuki lapangan dengan penuh determinasi dan obsesi meraih kemenangan,” tegas Yebda.
Sementara itu, pelatih Saadane menjamin jika Rubah Gurun tidak akan bermain layaknya Korea Utara menghadapi Brasil atau Swiss saat menjajal Spanyol. Aljazair bakal tetap menyerang. Sebab, “Gaya permainan kami berbeda. Kami mempunyai para pemain yang berbeda. Anda harus mengembangkan tim dengan berlandaskan karakteristik para pemain yang Anda miliki,” tandas Saadane.(MEG/Reuters)