Diego Forlan Keranjingan "Nge-Tweet"

Striker Uruguay Diego Forlan mengakui bahwa dirinya tengah terobsesi dengan Twitter dan akan terus menggunakannya selama Piala Dunia berlangsung.

oleh Liputan6Diterbitkan 16 Juni 2010, 14:00 WIB
Liputan6.com, Johannesburg: Striker Uruguay Diego Forlan mengakui bahwa dirinya tengah terobsesi dengan Twitter dan akan terus menggunakannya selama Piala Dunia (PD) 2010 berlangsung. Situs jejaring sosial itu telah menyebabkan banyak masalah bagi para pemain selama turnamen berlangsung saat mereka berusaha berkomunikasi dengan para sahabat dan keluarga selama berada di Afrika Selatan.

Misalnya saja, Timnas Spanyol yang telah melarang para pemainnya menggunakan Twitter dan Facebook. Sementara, pelatih Timnas Inggirs, Fabio Capello telah mencoba untuk menghalangi skuadnya membuat perasaan mereka diketahui khalayak ramai di dunia maya.

Namun lain halnya dengan Oscar Tabarez. Pelatih Uruguay itu tidak membuat larangan bagi para pemainnya untuk menggunakan situs jejaring sosial tersebut di Afrika Selatan. Dan, Forlan, mantan bomber Manchester United ini bersikeras mengatakan bahwa komunikasi dengan fans-nya justru membantunya melewati hari-hari sulit selama tampil di PD 2010. Forlan pun percaya Twitter membantunya berada di sudut pandang yang tepat untuk menghadapi pertandingan berikutnya, termasuk melawan tuan rumah Afrika Selatan di Pretoria, Rabu (16.6) ini.

Striker Atletico Madrid, yang memiliki lebih dari 86 ribu followers ini mengatakan, "Saya ingin membagi pengalaman saat di Piala Dunia. Saya ingin berbicara dengan teman-teman saya dan mengatakan pada orang-orang mengenai apa yang terjadi di turnamen. Saya berbicara mewakili seorang fans dan bukan seorang pemain sepakbola. Hal ini begitu menghibur dan saya ingin berpikir bahwa saya memberikan informasi kepada mereka yang berada di Uruguay dan belahan dunia lainnya dari sudut pandang yang berbeda mengenai apa yang terjadi," lanjutnya.

"Saya tidak menggunakan Twitter untuk memberikan informasi mengenai tim dan saya tahu bahwa Spanyol telah melarang para pemaiin untuk menggunakannya. Tapi kami tidak memiliki masalah yang sama di sini. Saya tahu apa yang bisa saya katakan dan apa yang tidak pantas. Twitter membantu saya berkomunikasi dengan teman-teman dan orang-orang yang tidak saya lihat selama bertahun-tahun." (MRQ/The Sun)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya