Kerajinan Kayu Ukir Samarinda Menguntungkan

Sebagian besar perajin kayu ukir di Samarinda, Kaltim, tak sanggup memenuhi permintaan pasar. Mereka kekurangan modal untuk membeli bahan baku kayu ukir.

oleh Liputan6Diterbitkan 22 Januari 2002, 01:18 WIB
Liputan6.com, Samarinda: Kerajinan kayu ukir khas Samarinda, Kalimantan Timur, ternyata sangat menguntungan. Selain bisa dijual di dalam negeri, hasil kerajinan kayu ukir Samarinda juga kerap dipasarkan di luar negeri.

Menurut seorang perajin kayu ukir, Yonel, baru-baru ini, permintaan pasar terhadap kerajinan ini memang cukup banyak. Sebagian besar konsumen berasal dari Malaysia, Singapura, Jepang, Spanyol, dan Italia.

Biasanya para perajin mengukir kayu untuk dijadikan hiasan yang bersifat dekoratif. Namun, ada juga perajin yang memanfaat kayu ukir sebagai perlengkapan rumah tangga, penumbuk padi, meja, sumpit, pintu, dan patung kontemporer.

Harga dari ukiran kayu ini bervariasi, antara Rp 15 ribu hingga Rp 10 juta per unit. Dalam sebulan, para perajin bisa memproduksi rata-rata 50 unit kayu ukir. Jumlah ini sangat kurang mengingat permintaan pasar bisa mencapai 150 unit per bulan.

Yonel menambahkan, para perajin sebenarnya bisa saja memenuhi permintaan pasar. Apalagi, bahan baku kayu ukir mudah didapat di Samarinda. Namun, sebagian besar perajin tetap tak sanggup memenuhi permintaan pasar karena mereka kekurangan modal untuk membeli bahan baku tersebut.(ULF/Polmart Aritonang)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya