Liputan6.com, Jakarta - Usai gagal menjuarai Piala AFF 2016, masa depan Alfred Riedl sebagai pelatih timnas Indonesia masih diragukan. Belum diketahui apakah kontraknya akan diperpanjang atau tidak. Sekadar catatan, kontrak Riedl berakhir setelah turnamen dua tahunan itu.
Riedl sendiri gagal mewujudkan impian suporter timnas Indonesia yang ingin melihat tim kesayangan mereka mengangkat trofi Piala AFF 2016. Kegagalan tersebut diakibatkan kekalahan 0-2 timnas Indonesia dari Thailand pada leg kedua final di Rajamangala Stadium.
Padahal, seharusnya timnas Indonesia bisa memanfaatkan modal berupa kemenangan 2-1 atas Thailand pada leg pertama final di Stadion Pakansari. Namun, keberuntungan masih enggan menaungi timnas Indonesia.
Usai dipastikan gagal, Riedl sempat bicara soal masa depannya bersama timnas Indonesia. Pelatih asal Austria itu berharap tetap dipercaya PSSI untuk membangun tim yang bisa menantang Thailand.
Namun, ia juga menyebut tiga nama yang dinilai layak menjadi pelatih Timnas Indonesia. Mereka adalah dua asistennya, Wolfgang Pikal, Hans Peter Schaller, dan pelatih Sriwijaya FC Widodo Cahyono Putro.
Liputan6.com mengajak masyarakat untuk mengenai lebih jauh tiga nama yang disebut Riedl layak menjadi pelatih Timnas Indonesia. Berikut adalah perjalanan karier ketiganya:
Advertisement
1. Wolfgang Pikal
Tak ada yang tahu perjalanan karier Pikal sebagai pesepak bola. Pasalnya, ia hanya menjalani karier sebagai pemain hingga usia 22 tahun. Saat mengarungi petualangan bersama klub Divisi 3 Austria, SR Donaufeld, ia didera cedera engkel yang memaksanya pensiun dini.
Dari sana, ia melakukan perjalanan ke Indonesia hingga menetap di Bali. Pada akhirnya, ia memulai hidup baru dengan menikahi wanita Indonesia dan menjalani bisnis tekstil. Setelah sempat 10 tahun tak berkecimpung di sepak bola, pria yang baru berulang tahun ke-47 pada 1 November 2016 tersebut akhirnya kembali bersentuhan dengan dunia si kulit bundar.
Momen itu dimulai saat ia berkenalan dengan mantan pelatih Perseden Denpasar, Dick Buitelaar. Sejak 1999, ia pun mulai mengikuti kursus pelatihan di beberapa klub top Eropa, seperti Arsenal, Aston Villa, dan Ajax Amsterdam.
Pada 2008, ia dipertemukan dengan Riedl yang saat itu melatih klub Vietnam, Haipong. Sejak itu, keduanya saling bertukar informasi. Saat Riedl diangkat menjadi pelatih timnas Indonesia untuk Piala AFF 2010, Pikal pun diangkat sebagai asistennya.
Total, sudah tiga edisi Piala AFF yang dilewati Pikal bersama Riedl, yakni Piala AFF 2010, 2014, dan 2016. Sayang, kolaborasi keduanya belum menghasilkan gelar.