Liputan6.com, Jakarta - Setelah 14 tahun, Timnas Indonesia dan Thailand kembali bertemu di final Piala AFF. Terakhir kedua tim bertemu di laga final pada Piala Tiger (AFF) 2002. Namun, sebelumnya kedua tim juga sempat bentrok di final Piala AFF 2000.
Uniknya, banyak kesamaan perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2000 dan 2016. Piala AFF 2000 sendiri jadi ajang perdana Timnas Indonesia menunjukkan taringnya dalam turnamen dua tahunan tersebut.
Advertisement
Pasalnya, itu adalah kali pertama Timnas Indonesia melaju ke final Piala AFF. Saat itu, Timnas Indonesia diperkuat pemain-pemain seperti Aji Santoso, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Uston Nawawi.
Seperti di Piala AFF 2016, Timnas Indonesia juga bertemu Thailand di Grup A. Selain Thailand, tim Merah Putih yang dilatih Peter White itu satu grup dengan Myanmar dan Filipina. Adangan Filipina di laga perdana dilewati dengan kemenangan tiga gol tanpa balas.
Sayang, ketika bertemu Thailand di laga kedua Grup A, Skuat Garuda tak bisa berbuat banyak. Kekalahan 1-4 ditelan Timnas Indonesia setelah gol Worrawoot Srimaka di menit ke-25, 49, Kiatisuk Senamuang (52), dan Dusit Chalermsan (79) dibalas Gendut Doni (57).
Meski begitu, Timnas Indonesia tetap mampu melaju ke semifinal usai mempermalukan Myanmar lima gol tanpa balas. Lima gol Timnas Indonesia saat itu dicetak Gendut Doni di menit ke-43, ke-57, Uston (70), dan Kurniawan (74, 82).
Bertemu Vietnam
Lagi-lagi ada persamaan nasib Timnas Indonesia. Seperti di Piala AFF 2016, lawan yang harus dihadapi Timnas Indonesia di semifinal adalah Vietnam. Alhasil, Timnas Indonesia pun harus menjalani pertarungan sengit yang berakhir dramatis.
Timnas Indonesia sempat unggul lebih dulu pada laga yang digulir di Rajamangala Stadium tersebut lewat gol Gendut Doni di menit ke-39. Nguyen Hong Son memang bisa menyamakan skor di menit ke-45. Namun, Timnas Indonesia kembali unggul berkat aksi Seto Nurdiantoro di menit ke-75.
Kesamaan dengan nasib di Piala AFF 2016 pun terjadi. Jika pada Piala AFF 2016 Timnas Indonesia gagal menang atas Vietnam di waktu normal leg kedua akibat gol Vu Minh Tuan di menit ke-90, di Piala AFF 2000 pun mereka juga mengalami nasib serupa akibat gol Vu Cong Tuyen di menit ke-90. Bedanya, Piala AFF 2000 belum menerapkan sistem home away di laga semifinal dan final.
Di babak perpanjangan waktu, drama kembali terjadi. Dalam babak yang masuk menerapkan sistem Golden Goal tersebut, Timnas Indonesia berhak lolos ke final berkat gol Gendut Doni di menit ke-120.