Liputan6.com, Temanggung: Pasca keluarnya fatwa merokok haram yang dilakukan Pengurus Pusat Muhammadiyah, Selasa (9/3) silam, para petani tembakau di lereng Gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (12/3) melakukan protes.
Para petani protes, dengan melakukan teatrikal membakar tembakau di atas telapak tangan dan di atas kepala mereka. Meski kesakitan menahan panas, para petani tersebut tetap melakukannya. Sejumlah petani bahkan memenuhi mulut mereka dengan batang-batang rokok yang menyala, kemudian dihisap layaknya orang merokok.
Adegan berbahaya yang dilakukan para petani tersebut, sebagai ungkapan kekesalan mereka atas fatwa yang dikeluarkan PP Muhammadiyah, sebab mereka khawatir, fatwa ini dapat mematikan kelangsungan usaha mereka. Para petani juga takut kehilangan mata pencaharian, sebab, sebelumnya telah dibuat rancangan peraturan pemerintah soal pengamanan produk tembakau.
Fatwa haram dikeluarkan PP Muhammadiyah, karena rokok merugikan kesehatan pengguna dan orang di sekelilingnya. Walau dampaknya, tidak bisa dirasakan secara langsung.(ARL)
Para petani protes, dengan melakukan teatrikal membakar tembakau di atas telapak tangan dan di atas kepala mereka. Meski kesakitan menahan panas, para petani tersebut tetap melakukannya. Sejumlah petani bahkan memenuhi mulut mereka dengan batang-batang rokok yang menyala, kemudian dihisap layaknya orang merokok.
Adegan berbahaya yang dilakukan para petani tersebut, sebagai ungkapan kekesalan mereka atas fatwa yang dikeluarkan PP Muhammadiyah, sebab mereka khawatir, fatwa ini dapat mematikan kelangsungan usaha mereka. Para petani juga takut kehilangan mata pencaharian, sebab, sebelumnya telah dibuat rancangan peraturan pemerintah soal pengamanan produk tembakau.
Fatwa haram dikeluarkan PP Muhammadiyah, karena rokok merugikan kesehatan pengguna dan orang di sekelilingnya. Walau dampaknya, tidak bisa dirasakan secara langsung.(ARL)