Preview Timnas Indonesia Vs Vietnam: Pantang Lengah di Kandang

Indonesia akan berhadapan dengan Vietnam pada laga semifinal Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (3/12/2016).

oleh Liputan6Diterbitkan 03 Desember 2016, 12:20 WIB
Indonesia vs Vietnam (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta Indonesia bakal menjalani laga semifinal leg pertama Piala AFF 2016 melawan Vietnam di Stadion Pakansari, Sabtu, 3 Desember 2016. Misi wajib menang diusung pasukan Alfred Riedl demi mengamankan peluang menuju babak final untuk kali kelima sepanjang turnamen berjalan.

Riedl sadar Vietnam bukan lawan sembarangan. Bahkan seperti dilansir situs resmi AFF Suzuki Cup, Riedl sempat menyebut bahwa Vietnam merupakan tim kedua terbaik yang tampil di Piala AFF 2016 setelah Thailand. Di babak penyisihan Vietnam telah menunjukkan kelasnya dengan menyapu bersih seluruh laga yang dilewati. The Golden Stars keluar sebagai juara grup B dengan mengemas 9 poin dari 3 laga.

Sebelum Piala AFF bergulir, kedua tim juga sudah bertemu dalam dua laga uji coba. Hasilnya, Tim Merah Putih mampu menahan imbang Vietnam di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Oktober lalu, tapi kalah 2-3 saat bermain di My Dinh Stadium, Hanoi, sebulan kemudian.

"Menurut pendapat saya, mereka tim kedua terbaik di Asia Tenggara setelah Thailand," kata Riedl seperti dilansir situs resmi AFC Cup.

Foto dok. Liputan6.com

"Mereka tim yang berpengalaman. Pelatihnya (Nguyen Huu Than) yang tidak lain adalah mantan kapten saya di tim sebelumnya, melakukan tugas yang baik di sana (timnas Vietnam)," kata Riedl menambahkan. Pada kesempatan yang sama, Riedl juga memuji striker The Golden Stars, Le Cong Vinh. Striker berusia 31 tahun ini hanya terpaut dua gol dari striker sepanjang masa Piala AFF, Noh Alam Shah (17 gol).

Lanjut Baca:

Menurutnya, Cong Vinh yang berniat pensiun setelah Piala AFF 2016 pantas diwaspadai. Namun bukan berarti pelatih asal Asutria itu tidak memperhatikan pemain-pemain lainnya. "Saya mengenalnya secara personal selama 13 tahun. Dia pemain hebat dan pria yang baik." Paham dengan kekuatan Vietnam, Riedl tidak lantas berkecil hati. Sebaliknya, pria yang sudah berusia 67 tahun itu bertekad merepotkan tim yang pernah ditanganinya itu. Dalam jumpa pers jelang pertandingan yang berlangsung di Hotel Aston, Sentul, kemarin, Riedl bahkan dengan tegas meminta agar pasukannya merebut kemenangan di leg pertama. Sebab hasil ini akan mempengaruhi permainan mereka di leg kedua. Tak hanya itu, Riedl juga berharap timnas tidak kebobolan di kandang agar perjalanan ke final lebih mudah. "Kami butuh menang ketika bermain di kandang dan tidak kebobolan. Pelatih Nguyen Huu Thang tentu sudah menyiapkan taktik, dan begitu juga dengan kami yang telah menyiapkan taktik untuk menghentikan mereka," ujar Riedl yang menghadiri jumpa pers bersama kiper cadangan, Andrithany Ardhiyasa. Menghadapi Vietnam, Indonesia dipastikan tanpa dua pemain andalannya, Yanto Basna dan Fachrudin Aryanto. Keduanya terpaksa absen karena akumulasi kartu. Riedl telah menyiapkan beberapa pemain pengganti untuk menutupi celah di lini belakang tim Merah Putih. Salah satu pemain yang berpotensi mengisi kekosongan tersebut adalah Manahati Lestusen yang tampil memukau sebagai pelapis lawan Singapura. Sementara itu, lini belakang Vietnam juga kehilangan satu pilarnya, yakni Truong Dinh Luat. Pemain veteran berusia 33 tahun ini tidak bisa tampil di leg pertama karena diganjar kartu merah di laga terakhir penyisihan melawan Kamboja. Selain itu, pencetak gol ke gawang Indonesia saat uji coba di Maguwoharjo Oktober lalu, Vu Minh Tuan juga terpaksa ditinggal karena tengah berkabung ditinggal ayahnya. Meski pasukannya pernah menang lawan Indonesia, Pelatih Vietnam, Nguyen Huu Thang, tetap menganggap duel di Stadion Pakansari, malam ini tidak mudah. Sebab, menurutnya, Indonesia mengalami banyak kemajuan dari pertandingan ke pertandingan. Nguyen bahkan sudah memetakan kekuatan Tim Merah Putih dan siap mengantisipasi pergerakan penyerang-penyerang andalan tim tuan rumah. ""Mereka punya banyak pemain berkualitas. Kami sangat mewaspadai sejumlah pemain mereka, terutama yang berbahaya seperti nomor 7 (Boaz), nomor 21 (Andik), dan nomor 8 (Lilipaly)," ujar pelatih berusia  44 tahun ini.   

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya