5 Faktor Ini Bikin Rossi Sulit Juara MotoGP 2017

Vinales, Marquez, dan Lorenzo akan menjadi batu sandungan Rossi.

oleh Ahmad Fawwaz UsmanDiterbitkan 02 Desember 2016, 19:10 WIB
Valentino Rossi (AP Photo/Vincent Thian)

Liputan6.com, Jerez - Usia Valentino Rossi memang sudah 37 tahun. Namun, opsi pensiun mungkin tak akan diambil pembalap Movistar Yamaha itu sebelum mendapatkan gelar juara dunia ke-10. Apalagi, ia masih memiliki kemampuan untuk mewujudkannya.

Kebetulan, karier Rossi di lintasan MotoGP masih berlangsung hingga dua tahun lagi. Itu karena The Doctor menerima tawaran perpanjangan kontrak hingga akhir musim 2018. Namun, bukan berarti Rossi akan gantung helm di akhir musim 2018. Banyak yang meyakini Rossi akan tetap bertahan di Yamaha setelah itu.

Rossi sendiri nyaris mendapatkan gelar juara dunia MotoGP pada 2015. Sayang, perseteruannya dengan Marc Marquez dan Jorge Lorenzo membuat dirinya gagal menjadi juara dunia. Musim 2016, ia gagal karena tertinggal jauh dari Marquez.

Mantan pembalap Aprilia itu mengalihkan targetnya di musim 2017. Namun, ada sejumlah faktor yang bisa membuat Rossi sulit merebut takhta juara dunia MotoGP 2017. Liputan6.com coba merangkum lima faktor itu.


1. Kehadiran Vinales

Bagi Yamaha, kehadiran Maverick Vinales adalah kabar yang membahagiakan. Itu karena Vinales adalah pembalap yang memiliki bakat untuk menjadi hebat seperti Lorenzo. Terbukti Vinales tampil hebat bersama Suzuki di musim 2016.

enjadi rekan baru Valentino Rossi pada MotoGP 2017. Hasil tes MotoGP dimana Vinales selalu menjadi yang tercepat dengan motor Yamaha YZR-M1 membuat persaingan semakin panas. (EPA/Manuel Bruque)


Namun, berbeda dengan apa yang dirasakan Rossi. Kehadiran Vinales justru membuat Rossi memiliki rival baru di musim depan. Pasalnya, penampilan Vinales akan jauh lebih meningkat setelah mendapatkan motor sekaliber Yamaha YZR-M1.

"Saya lebih suka seseorang seperti Dani Pedrosa sebagai rekan setim. Ia jauh lebih senior dari Vinales. Dengan Vinales, saya awalnya berharap hanya akan mendapatkan sedikit masalah. Namun, setelah melihat tes pertama, ia akan memberikan saya banyak masalah seperti Lorenzo," kata Rossi seperti dikutip Motorsport.

Tak hanya Rossi, legenda balap 500cc Randy Mamola pun memprediksi hubungan dengan Vinales akan memburuk setelah enam bulan. Pasalnya, Rossi tak suka jika ada pembalap yang lebih hebat darinya. Jika itu terjadi, fokus Rossi di lintasan juga akan terganggu.


2. Konsistensi Marquez

Di musim 2016, bisa dibilang Rossi kalah telak dari Marquez. Padahal, start Rossi di awal musim begitu memukau. Puncak klasemen pun sempat dihinggapi Rossi dalam beberapa seri. Sayang, perlahan tapi pasti, koleksi poin Rossi mulai dikejar Marquez.

Lanjut Baca:

Sejatinya, The Baby Alien hanya mendapatkan lima kemenangan dalam semusim. Itu jumlah kemenangan yang sama seperti saat Marquez gagal jadi juara di musim 2015. Namun, Marquez jauh lebih baik jika bicara mengenai konsistensi.Secara keseluruhan, pembalap berusia 23 tahun itu mendapatkan 12 podium dari 18 balapan. Di lintasan, Marquez memang terlihat lebih dewasa dan berhati-hati dalam mengambil keputusan.Karenanya, jarang terlihat ada manuver-manuver berbahaya ala Marquez di musim 2016. Dan, itu yang menjadi kunci Marquez memastikan gelar juara dunia sejak MotoGP Jepang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya