Liputan6.com, Jakarta Pemberian nama Cinere Fight Club bukan berarti si empunya tempat mendukung segala bentuk perkelahian. Adri Sumedi pengin Cinere Fight Club menjadi wadah bagi anak muda yang ingin menyalurkan hobi bela diri. Ketimbang nongkrong tidak jelas sepulang sekolah, mending latihan Muay Thai, Boxing, Taekwondo, Caopeira, atau Aikido di sana.
Percaya atau tidak, yang semula mendalami Muay Thai agar jago "berantem", langsung mengubur dalam-dalam keinginan tersebut, begitu sudah rutin latihan di Cinere Fight Club dan mengikuti beragam kejuaraan. Mereka pun sayang menggunakan tangan sendiri untuk melukai orang lain.
Advertisement
"Kita memang ingin fight, tetapi fight bullying, fight obesitas, dan lebih ke arah positif. Tempat ini tidak ada hubungannya dengan berantem atau berkelahi, meski bernama Cinere 'Fight' Club," kata Adri Sumedi saat ditemui Health Liputan6.com di Jalan Garuda Nomor 6 Gandul, Cinere, Kota Depok, Jawa Barat pada Senin (14/11/2016) sore.
Beragamnya jenis bela diri yang bisa dipelajari juga pertanda Cinere Fight Club punya misi menyatukan semua bela diri yang lagi berkembang. "Supaya ada ikatan silaturahmi di antara semua ilmu bela diri. Kalau dulu Taekwondo sendiri, Aikido sendiri, Boxing sendiri, kita ingin menyatukan semuanya. Anak-anak bebas mau memilih yang mana," kata Adri.
Menurut Adri, kebanyakan orang yang datang ke Cinere Fight Club untuk latihan Muay Thai atau Boxing. Selain lagi in, baik Muay Thai maupun Boxing bermanfaat untuk pembentukkan otot, mendapatkan stamina yang lebih baik, dan bikin orang lebih lincah.
"Cewek-cewek yang latihan Muay Thai lebih untuk pembentukkan badan. Apalagi setelah melihat Siska Antolis, atlet Muay Thai yang sudah punya nama di Indonesia dan Thailand, pasti mau seperti itu. Jatuhnya ketagihan. Semula memang menyehatkan badan tetapi badan mereka terbentuk dengan sendirinya," kata Adri.
Meski baru seumur jagung, Cinere Fight Club dapat melahirkan atlet yang punya kemampuan tidak kalah dari tempat-tempat yang sudah punya nama. Tiga hari lalu, atlet muda bernama Ahmad Rizky Ferdian berhasil membawa pulang medali dan piala Best Muay Thai Fighter dalam kejuaraan Muay Thai Solid.
Saat ini, Cinere Fight Club tengah melatih atlet-atlet yang akan mereka turunkan untuk mengikuti kejuaraan Kick Boxing pada 3 Desember 2016 dan Muay Thai Solid pada Februari 2017.
Kemudian, Cinere Fight Club bersiap menjadi tuan rumah pertandingan Taekwondo, Boxing, Muay Thai, yang akan berlangsung di Cinere Bellevue pada Maret 2017.
"Mereka yang akan bertanding kita latih dengan porsi atlet. Minimal empat kali seminggu, sehari dua kali. Porsi latihan yang diberikan tidak sama dengan member biasa. Karena untuk bertanding, mereka tidak sekadar dibekali ilmu, tapi juga diajarkan bagaimana sikap ketika diserang lawan dan saat di ring harus bagaimana. Feel harus benar-benar diasah," kata Adri.
Ahmad Rizky Ferdian, Muay Thai dan Boxing Menjadi Bekal untuk Masuk Akademi Milliter
Penilaian pertama saat berkenalan dengan remaja satu ini, "Sungguh kurus sekali badan anak ini. Pasti mudah sekali terbang kalau tertiup angin".
Tubuh kurus cenderung ceking, dengan kalung melingkar di leher, dan tampang yang agak tengil, membuat kami memandang sebelah mata kepada remaja bernama Ahmad Rizky Ferdian. Siapa sangka kalau dia punya prestasi yang patut dibanggakan. Kami jadi tidak enak hati begitu mendengar prestasi yang berhasil dia raih.
Belum lama ini, Isky, panggilan akrab Ahmad Rizky Ferdian, berhasil menyabet Best Fighter Muay Thai pada pertandingan Amatir Pro Muay Thai di Siam Training Camp di Pasar Minggu. Selain itu Isky yang bersekolah di SMA Budi Mulia 400 juga menyabet piagam sebagai Petinju Terbaik (sekaligus yang termuda) Rooki Fight di Balai Sarbini pada 29 Oktober 2016.
Isky tertarik menggeluti bela diri Muay Thai gara-gara sering melihat sang mama melakukan kegiatan yang sama di salah satu camp yang tidak jauh dari Cinere Fight Club. Isky kemudian mendaftar dengan harapan dapat menggunakan ilmu tersebut untuk berantem dan menghabisi lawan.
"Semula gue berpikir, kalau Muay Thai, gue berasa cowok banget. Gue bisa pukul-pukulan dan kalau mau berantem gue siap buat menghabisi lawan. Namun, setelah menekuni Muay Thai dan Boxing di sini, apalagi pernah ikut pertandingan, jadi enggak mau menggunakan kemampuan yang Isky punya untuk hal-hal kayak begitu. Karena Isky sudah tahu rasa sakit kayak bagaimana," kata Isky.
Isky yang menyadari tidak bisa membanggakan kedua orangtua dari nilai-nilai akademis, ingin membuktikan bahwa dia bisa berprestasi lewat jalur yang lain, yaitu Muay Thai dan Boxing.
Bagi Isky, seorang petarung sejati akan memiliki sifat rendah hati dan lebih sabar. Tidak mudah terpancing apalagi sampai menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk suatu tindakan yang pada akhirnya berurusan dengan hukum.
"Beneran, diajakin berantem pasti enggak bakal mau, deh. Memang, Isky akui setiap orang punya batas sabar yang berbeda. Kalau misalnya Isky diajakin berantem, hayo tapi di ring. Biar fair. Kalau ada apa-apa menjadi tanggung jawab masing-masing, tidak ada yang dituntut," kata Isky.
Isky yang sudah mengikuti tujuh kali pertandingan amatir, tiga kali kejuaraan Boxing, dan empat kali kejuaraan Muay Thai berharap bisa meraih prestasi yang banyak. Ke depan Isky pengin bisa menjuarai Asia Boxing Youth di bawah 19 tahun. Dia percaya prestasi tersebut dapat mengantarnya menjadi seorang militer.
"Prestasi tidak sekadar akademi. Isky dibilang tidak mampu, tidak juga, tetapi dengan prestasi di bidang bela diri ini bisa diajuin saat mau masuk militer nanti," kata dia.
"Kalau saya tidak ikut bela diri Muay Thai atau Boxing, tidak punya prestasi apa di dalam hidup saya. Setidaknya ini bisa saya banggakan ke kedua orangtua," kata Isky menekankan.
Kenyamanan yang Dirasakan Gloria Selama Muay Thai di Cinere Fight Club
Gloria Natapradja Hamel juga terlihat berlatih di Cinere Fight Club. Sosok muda yang sempat menjadi incaran para jurnalis ibu kota tiga bulan lalu sudah lama memperdalam ilmu Muay Thai di sana. Lantaran lokasi latihan tak jauh dari SMA Islam Didaktika, tempatnya menuntut ilmu.
"Sebelumnya, SMP kelas 2, aku latihan Muay Thai di Pinong. Pas SMA kelas 1 baru pindah ke sini," kata Gloria.
Gloria pilih mendalami Muay Thai karena banyak bermain kaki. Maklum, Paskibraka Nasional 2016 perwakilan Jawa Barat pernah menekuni bela diri Taekwondo sampai meraih sabuk merah.
"Bisa dibilang efek dari Taekwondo. Sudah terlanjur nyaman bermain dengan kaki," kata Gloria menambahkan.
Suasana latihan yang selalu fun dengan pola latihan yang beragam dan tidak menjunjung senioritas menjadi alasan Gloria mau berlatih Muay Thai di Cinere Fight Club.
Gloria juga merasa bahwa para pelatih tidak pernah mengajarkan "cara kotor" buat mematikan lawan. Yang ada, calon atlet yang akan diturunkan mengikuti kejuaraan, diajarkan teknik bertarung agar bisa menang tanpa melukai dan tidak mengalami luka berat.
Manfaat Muay Thai dirasakan betul oleh Gloria. Bagian belakang punggung yang dulu gendut banget kayak punuk sehingga membuatnya terlihat bungkuk, hilang. Sebab, selama latihan akan banyak melakukan gerakan tangan yang guna melatih otot tulang belikat.
"Lemak aku juga berkurang, refleks jadi cepat, lebih sigap, stamina juga terjaga. Dulu saking rajinnya, satu kali tidak latihan Muay Thai saja langsung sakit-sakitan. Satu lagi, tangan tidak glember lagi," kata Gloria yang saat ini tengah menjalin hubungan dengan Paskibraka Nasional 2016 putra dari NTB, Biyan Kamaruzzaman.
Bahkan, saat mengikuti seleksi Paskibraka Nasional 2016, Gloria diam-diam tetap latihan Muay Thai lantaran pengin menurunkan berat badannya.
"Dulu berat badan aku 78 kilogram. Tahun-tahun pertama Muay Thai turun jadi 75. Porsi latihan terus ditambah, barbel pas pemanasan juga ditambah, turun jadi 73 kilogram. Baru pas latihan fisik untuk Pasnas berat badan turun drastis banget," ujar dia.
Kemudian, saat ditanya pengalaman seru selama di Cinere Fight Club, Gloria menjawab,"Saat aku mengikuti Valentine Fight. Pas Valentine 2016. Itu kejuaraan kelas 70 kilogram. Serunya, karena terjadi saat Valentine. Di saat yang sama aku harus jalan sama pacar. Karena pengin banget ikut ini, harus di-cancel, dianya ngambek."
Ke depan, Gloria akan lebih giat lagi berlatih Muay Thai demi mencapai goals mewakili Jawa Barat untuk cabang Muay Thai pada PON 2020 di Papua.