Liputan6.com, Jakarta Banyak orang yang mengeluh tentang hiruk pikuk kehidupan modern di perkotaan. Tak jarang mereka mengatakan akan bersedia meninggalkannya demi mendapatkan lingkungan hidup yang tenang dan nyaman. Meski faktanya tak banyak orang-orang yang mewujudkan keinginan itu. Toh, mereka tetap tinggal di perkotaan.
Namun, dilansir WittyFeed.com, kita harus memberi pengecualian terhadap orang-orang ini. Mereka memilih tinggal sendirian di kota yang telah ditinggal pergi oleh penduduk lainnya.
Namun Lorraine Thomas nekat tinggal dan telah menghabiskan setengah dari umurnya di sana tanpa masalah. "Jika ada bahaya, itu hanya debu," ujar Lorraine.
"Selebihnya meninggal karena lanjut usia," kata Liu.
Liu memilih tetap di situ lantaran Kota Xuenshanshe menyimpan kenangan yang kuat. Ia berulang kali mengatakan akan pindah, tapi faktanya Liu tetap tinggal bersama dombanya.
Kota itu ditinggalkan karena banjir bandang. Lalu pada tahun 1883-1939 terjadi perang saudara yang menyebabkan semua orang keluar dari daerah itu.
Tak hanya itu, anak-anak mereka juga memilih pindah ke kota karena tak sanggup hidup dalam kesepian. "Mereka pindah ketika setelah merasa cukup dewasa," ujar Sinforosoa.
Advertisement
(War)
**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini.
**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6.