Liputan6.com, Bogor: Jumlah pengunjung taman Buah Mekar Sari Bogor, Jawa Barat, dalam dua pekan terakhir terus melorot. Bila kondisi ini terus berlangsung, dikhawatirkan pengelolaan agrowisata di tempat terganggu. Demikian diutarakan pengelola Taman Buah Mekar Sari Fransiskus E. Kerong di Bogor, baru-baru ini.
Fransiskus menjelaskan, dalam dua pekan terakhir, jumlah pengunjung tertinggi terjadi pada 16 Desember 2001, yang mencapai 17 ribu orang. Tapi, beberapa hari belakangan, jumlah itu terus melorot hingga angka 12 ribu pengunjung saja. Menurut Fransiskus, kini, para pengunjung kurang tertarik untuk menikmati keindahan tanaman buah, baik yang berada di rumah plastik maupun di lahan terbuka karena sebagian besar tanaman belum siap panen. "Akhirnya, para pengunjung lebih memilih Danau Cipicung sebagai tempat rekreasi," jelasnya.
Selain itu, kondisi taman yang kurang terawat juga menyebabkan pengunjung enggan datang karena sampah sampah berserakan di tempat tersebut. Bahkan, kondisi semakin tak nyaman setelah beberapa pengunjung dengan leluasa menggunakan sepeda motor di dalam taman.(ZAQ/Jeremy Teti dan Sujadmoko)
Fransiskus menjelaskan, dalam dua pekan terakhir, jumlah pengunjung tertinggi terjadi pada 16 Desember 2001, yang mencapai 17 ribu orang. Tapi, beberapa hari belakangan, jumlah itu terus melorot hingga angka 12 ribu pengunjung saja. Menurut Fransiskus, kini, para pengunjung kurang tertarik untuk menikmati keindahan tanaman buah, baik yang berada di rumah plastik maupun di lahan terbuka karena sebagian besar tanaman belum siap panen. "Akhirnya, para pengunjung lebih memilih Danau Cipicung sebagai tempat rekreasi," jelasnya.
Selain itu, kondisi taman yang kurang terawat juga menyebabkan pengunjung enggan datang karena sampah sampah berserakan di tempat tersebut. Bahkan, kondisi semakin tak nyaman setelah beberapa pengunjung dengan leluasa menggunakan sepeda motor di dalam taman.(ZAQ/Jeremy Teti dan Sujadmoko)