Liputan6.com, Istanbul - Manchester United (MU) masih tampil jauh dari harapan fans mereka di dunia. Mendatangkan pemain termahal dunia, Paul Pogba dan striker gaek haus gol, Zlatan Ibrahimovic, belum jaminan MU bisa kembali meraih kejayaan.
Begitu pun dengan kedatangan manajer sekaliber Jose Mourinho. MU tampil layaknya tim medioker yang belum bisa beri garansi kemenangan di setiap pertandingan. Gambaran seperti ini setidaknya terlihat dari penampilan MU di Liga Inggris.
Sejak menang 4-1 atas Leicester City pada 24 September silam, MU belum lagi meraih kemenangan sejak itu. Tak kurang empat pertandingan dilewati MU sejak itu. Detailnya, tiga kali imbang dan sekali kalah.
Hasil seperti itu jelas tak cukup untuk bersaing dengan tim-tim elite lainnya di Liga Inggris. Apalagi saat MU buang poin menghadapi tim semacam Burnley dan Stoke City yang notabene masih bisa diatasi Setan Merah. MU benar-benar merugi dan buang peluang untuk meluncur lebih atas di papan klasemen.
Saat ini MU tercecer di peringkat 8 klasemen dengan 15 poin. Ini poin yang diraih MU setelah 10 pekan tampil di Liga Inggris. Itu artinya, MU sudah membuang kurang lebih 15 poin maksimal yang mungkin didapatkan di Liga Inggris.
Tak hanya masalah teknis menggelayuti kubu MU. Masalah non-teknis pun merecoki kondisi internal mereka dengan disanksinya Jose Mourinho oleh FA. Ini memang bukan hal baru bagi Mouriho. Di mana pun melatih, Mourinho akrab dengan sanksi dan diusir dari lapangan gara-gara protes berlebihan kepada wasit.
Advertisement