Liputan6.com, Milan - Inter Milan belum menunjukkan tanda-tanda positif dalam memperbaiki hasil pertandingan musim ini. I Nerrazurri tak bisa menunjukkan konsistensi sehingga kembali mendapatkan hasil minor saat dijamu Sampdoria pada pekan ke-11 Liga Italia seri A di Luigi Ferraris, Senin (31/10/2016) dini hari WIB.
Apa yang salah dengan Inter Milan? Sejatinya, Inter Milan membawa harapan anyar ketika eks pelatih Ajax Amsterdam, Frank De Boer masuk untuk gantikan Roberto Mancini. De Boer, yang sukses bersama Barcelona dan Ajax semasa menjadi pemain, dinilai menjadi sosok yang pas untuk kembalikan kejayaan Inter Milan yang hilang dalam beberapa musim terakhir.
Sayang, harapan itu belum juga terwujud. Setidaknya hingga pekan ke-11, bayang-bayang Inter Milan tidak lolos ke zona Eropa musim depan mulai terlihat. Bahkan nasib De Boer musim ini pun di ujung tanduk jika Inter Milan terus-terusan seperti ini.
Hingga pekan ke-11, Inter Milan sudah menelan 5 kali kekalahan, 2 imbang dan 4 kali menang. Periode negatif Inter Milan sudah terlihat sejak laga pertama seri A.
Dijamu Chievo Verona, Inter Milan takluk dengan skor 0-2. Pekan ke-2, Inter lagi-lagi gagal meraih poin penuh saat diimbangi Palermo 1-1.
Setelah itu, Inter Milan seakan menemukan titik balik kala menang dua kali dengan skor sama 2-1 melawan Pescara dan Juventus. Tren ini diteruskan saat melawan Empoli.
Setelah itu, Inter Milan gagal menang di empat laga sebelum akhirnya kalahkan Torino 2-1 pada 26 Oktober lalu. Sayang, tren itu tak berlanjut karena Inter Milan kembali menelan kekalahan lawan Sampdoria dini hari tadi.
"Ini hanya masalah mental saja. Kami punya banyak pemain bagus, tapi kami tak bisa berbuat banyak. Kami punya masalah mental buruk seperti yang terlihat di babak pertama," kata De Boer seperti dikutip Football Italia.
Advertisement