Boikot Toko Pakaian Dalam dengan Karyawan Pria!

Warga Arab Saudi tengah gencar menyerukan pemboikotan toko-toko pakaian dalam dengan karyawan pria.

oleh Liputan6Diterbitkan 14 Februari 2010, 11:52 WIB
Liputan6.com, Jeddah: Warga Arab Saudi tengah gencar menyerukan pemboikotan toko-toko pakaian dalam dengan karyawan pria. Karena, seperti dilansir BBC, Sabtu (13/2), hal itu dianggap kontradiksi. Karena, wanita di negara Islam konservatif justru harus memberikan ukuran pakaian dalamnya kepada pria yang tidak kenal.

Reem Asaad, Guru Besar Ekonomi di Jeddah, mengorganisir pemboikotan itu melalui halaman Facebooknya. Ulama Islam pun telah memberikan dukungannya atas aksi pemboikotan itu.

"Saya menghubungi penjual agar karyawan pria diganti wanita sejak 2008," ujar Asaad. "Saya hanya berharap banyak yang menanggapi dan memboikot."

Pihak kepolisian setempat mengatakan, mereka tidak menentang wanita bekerja di toko-toko yang berada di mal wanita. Sebaliknya, sebagian warga Saudi yang masih sangat tradisional tidak menyukai gagasan perempuan bekerja, termasuk untuk menjual pakaian untuk satu sama lain.

"Hukum dibuat ambigu dan memungkinkan ulama keagamaan untuk secara efektif menegakkan larangan pegawai wanita," kata Asaad. "Aliran Wahabi yang mendominasi negara ini juga menganggap pemisahan mutlak diperlukan."

Sebelumnya, Kementerian Buruh Arab Saudi mengatakan, toko pakaian dalam membutuhkan karyawan wanita tapi hukum belum ditegakkan.

Pemboikotan itu berlansung sehari sebelum kunjungan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, yang akan mengadakan pertemuan di Balai Kota Ms Asaad's Dar al-Hekma College.(RST/SHA)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya