Liputan6.com, Los Angeles - Siapa bilang dunia perfilman Hollywood yang ingar bingar tak pernah bermasalah soal fulus? Justru terdapat ketimpangan honor di industri film raksasa dunia ini. Di beberapa film, bayaran para pemain wanita atau aktrisnya, jauh lebih rendah ketimbang honor aktor yang tampil bersama mereka.
Seperti disampaikan Vogue beberapa waktu lalu, beberapa aktris Hollywood memang berhasil mendapat bayaran lebih tinggi. Charlize Theron misalnya. Ia bernegosiasi hingga akhirnya menaikkan bayaran untuk perannya dalam sekuel Snow White and the Huntsman.
Advertisement
Namun, masih banyak perbedaan bayaran yang sangat tinggi di jagat Hollywood. Pada tahun lalu misalnya. Ada perbedaan sebanyak US$28 juta, atau sekitar Rp364 miliar, antara bayaran seorang aktris dengan upah seorang aktor berpenghasilan tertinggi di Hollywood.
Patricia Arquette sendiri pernah menyampaikan harapannya melalui Academy Awards 2015 agar upah seluruh bintang film dibuat sama. Sejak itu, ada sedikit perubahan meskipun jarak bayaran antara aktris dan aktor sangatlah lebar.
Pembayaran yang tak setara antara aktris dan aktor, bukan hal baru di dunia hiburan dan tak sebatas di industri film belaka. Namun pada 2015, suara-suara tersebut semakin banyak. Para aktris yang sukses di Hollywood, melontarkan keluhannya terhadap hal tersebut.
Komentar Jennifer Lawrence dan Aktris Lain
Keluhan soal bayaran aktris lebih rendah ketimbang aktor, disampaikan secara lantang oleh Jennifer Lawrence pada 2015. Jen-Law, begitu sapaan akrabnya, menyadari hal ini setelah ia membaca email Sony yang diretas oleh hacker kala itu.
"Ketika peretasan Sony terjadi dan saya menemukan betapa sedikitnya saya dibayar ketimbang orang-orang beruntung dengan pen*s itu, saya tidak marah kepada Sony. Saya marah pada diri sendiri. Saya gagal sebagai seorang negosiator karena saya menyerah lebih awal. Saya tidak ingin terus berjuang di atas jutaan dolar itu, terus terang, karena dua franchise, saya tidak butuh," ucap Jen-Law kepada Buletin Lenny, seperti disampaikan Vogue.
Kepada Deadline, aktris Carey Mulligan memuji keputusan Jennifer Lawrence untuk berbicara. Ia menganggap keberanian Jen-Law bisa menjadi pemicu untuk perbaikan kepada hal-hal yang tak beres. Jessica Chastain juga berkata sama. Ia menyatakan apa yang dialami Jen-Law sungguh tidak adil. Sehingga Jessica setuju agar semua orang membicarakannya secara terbuka.