Liputan6.com, Oxford: Sebuah terobosan baru yang dilakukan peneliti dari Oxford University telah mengembangkan metode baru untuk mengisolasi kanker sel induk. Jika bisa melakukan perawatan terhadap sel-sel ini secara khusus, kita bisa membasmi kanker hingga lenyap.
Sampai saat ini penelitian mengenai kanker sel induk terlalu lambat dilakukan, karena sel-sel tersebut sulit untuk mengidentifikasi dan mengisolasi tumor. Di masa lalu, para ilmuwan telah mencoba untuk menemukan kanker sel batang dalam sampel jaringan yang diambil dari pasien. Demikian dirilis Telegraph, Selasa (26/1).
Penelitian baru kali ini lebih melibatkan cara yang menggunakan penanda molekuler untuk mengidentifikasi kanker sel induk dan memelihara sel-sel di sebuah laboratorium. Peneliti menemukan, proporsi kanker sel induk dalam kanker usus yang berbeda sangat bervariasi, dengan tumor agresif yang berisiko tinggi.
Dr Trevor Yeung dari Oxford University menjelaskan, radioterapi dan kemoterapi bekerja melawan sel-sel dengan cepat. Tapi ada bukti yang meningkat bahwa kanker sel-sel induk lebih tahan dari sel-sel lain untuk perawatan ini. Kanker sel-sel induk yang belum dimusnahkan nantinya dapat kambuh menjadi kanker.
"Orang-orang beranggapan bahwa kanker sel-sel induk terdiri dari sebagian kecil sel dalam tumor, padahal hal ini tidak benar. Tumor yang paling agresif dapat memiliki sebagian besar sel, yakni kanker sel-sel induk," ujarnya. (YUS)
Sampai saat ini penelitian mengenai kanker sel induk terlalu lambat dilakukan, karena sel-sel tersebut sulit untuk mengidentifikasi dan mengisolasi tumor. Di masa lalu, para ilmuwan telah mencoba untuk menemukan kanker sel batang dalam sampel jaringan yang diambil dari pasien. Demikian dirilis Telegraph, Selasa (26/1).
Penelitian baru kali ini lebih melibatkan cara yang menggunakan penanda molekuler untuk mengidentifikasi kanker sel induk dan memelihara sel-sel di sebuah laboratorium. Peneliti menemukan, proporsi kanker sel induk dalam kanker usus yang berbeda sangat bervariasi, dengan tumor agresif yang berisiko tinggi.
Dr Trevor Yeung dari Oxford University menjelaskan, radioterapi dan kemoterapi bekerja melawan sel-sel dengan cepat. Tapi ada bukti yang meningkat bahwa kanker sel-sel induk lebih tahan dari sel-sel lain untuk perawatan ini. Kanker sel-sel induk yang belum dimusnahkan nantinya dapat kambuh menjadi kanker.
"Orang-orang beranggapan bahwa kanker sel-sel induk terdiri dari sebagian kecil sel dalam tumor, padahal hal ini tidak benar. Tumor yang paling agresif dapat memiliki sebagian besar sel, yakni kanker sel-sel induk," ujarnya. (YUS)