6 Pemain yang Pensiun di Usia 20 Tahunan

6 pemain ini memilih berhenti dari dunia si kulit bundar.

oleh Luthfie FebriantoDiterbitkan 24 September 2016, 12:30 WIB
Hidetoshi Nakata (AFP / Paul Barker)

Liputan6.com, Jakarta - Usia pensiun di bagi para pemain sepak bola lazimnya berada di angka 35 hingga 40 tahun. Tapi bagi beberapa pemain, pensiun di usia masih belia yakni 20 tahunan jadi pilihan yang tepat.

Beberapa pemain ini pensiun di usia muda dengan berbagai alasan. Mulai dari sudah kehilangan semangat bermain, hingga yang ikut perkumpulan keagamaan.

Usai pensiun, mereka pun menjalani berbagai macam profesi. Ada yang berprofesi sebagai pengusaha, ada juga yang berperan sebagai analis bisnis.

Mereka pun tak pernah menyesali keputusannya pensiun. Siapa saja para pemain tersebut? Melansir Guardian, inilah mereka yang memutuskan pensiun di usia 20 tahunan.


1. Hidetoshi Nakata

Hidetoshi Nakata / FIFA.com

Legenda sepak bola Jepang ini memutuskan pensiun di usia 29 tahun usai pertandingan Jepang Vs Kroasia di Piala Dunia 2006. Keputusannya ini mengundang tanda tanya mengingat Nakata adalah salah satu pemain Jepang tersukses di sepak bola dunia.

Ya, Nakata pernah mencicipi gelar juara Serie A Italia bersama AS Roma. Selain itu, namanya juga pernah masuk ke dalam nominasi Ballon d'Or sebanyak tiga kali.

Nakata menyebut, alasannya pensiun bukan karena permasalahan kebugaran fisik.

"Hari demi hari saya menyadari sepak bola telah jadi bisnis yang besar. Saya merasa saat ini klub bermain hanya untuk uang bukan karena kesenangan. Saya selalu merasa setiap tim seperti keluarga, tapi sepertinya itu tidak lagi terlihat. Saya sedih dan itulah mengapa saya pensiun,"  kata Nakata.

Kini, Nakata telah berusia 39 tahun. Usai pensiun dari sepak bola, Ia menjalankan bisnis sake.


2. David Bentley

David Bentley / AFP

Pernah digadang-gadang sebagai gelandang masa depan Inggris, David Bentley justru pensiun di usia 29 tahun. Eks gelandang Arsenal ini pensiun dengan alasan keluarga.

"Saya punya dua anak kembar umurnya baru tiga bulan dan saya mau fokus pada hal itu. Cinta saya pada sepak bola telah berkurang dan saya tidak mau tetap bermain hanya karena alasan uang," ujar Bentley ketika pengumuman pensiun dirinya.

Di awal karier,  Bentley sebetulnya tampil cukup bagus. Selain Arsenal, ia pernah membela Tottenham Hotspur. Bentley bahkan sempat mencetak gol spektakuler saat laga Spurs Vs Arsenal di musim 2004.

Meski karena alasan keluarga, beberapa kalangan menganggap Bentley sebetulnya pensiun karena tak mampu memaksimalkan talenta yang dimilikinya.

Lanjut Baca:

Namanya mungkin tak setenar Pele. Tapi sebuah statistik mengungkapkan kalau De Castro punya rasio gol lebih tinggi dibanding Pele,  yang kerap disebut sebagai pemain terbaik sepanjang sejarah tersebut.Ya, De Castro punya rasio 1,95 gol per 100 pertandingan. Lebih banyak dari Pele yang mengoleksi 0,96 gol. Penyebab De Castro tak setenar Pele mungkin karena dirinya tak pernah membela timnas Brasil. Meskipun kesempatan itu pernah ia dapatkan ketika timnas menawarinya satu slot di Piala Dunia 1930.De Castro sendiri bermain di klub Brasil, Atletico Mineiro. Ia dikenal sebagai salah satu striker paling berbahaya saat itu. Tapi karier De Castro berumur pendek setelah pada usia 26 tahun ia memutuskan pensiun.De Castro pensiun usai direktur Mineiro menembak seorang fan Villa Nova. Kejadian bermula ketika Mineiro tertinggal 0-3 di babak pertama. Mineiro berhasil menang 4-3 usai De Castro memborong empat gol tersebut. Saat selebrasi, tiba-tiba direktur Mneiro menembak mati seorang fan Villa Nova.Sebagai protes, De Castro pensiun dan meneruskan sisa hidupnya dengan bekerja sebagai dokter. De Castro meninggal di usia 92 tahun pada 1998.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya