Liputan6.com, Jakarta - Para nelayan di Muara Angke, Jakarta Utara, sudah 8 bulan ini tidak mendapat ikan saat melaut. Mereka menuding, reklamasi pantai utara Jakarta sebagai penyebabnya.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Rabu (14/9/2016), Basman dan kawan-kawan nelayan di Muara Angke tidak pernah mendapat ikan saat melaut. Hal ini terjadi sejak adanya pembangunan Pulau G di pantai utara Jakarta.
Advertisement
Bila ingin mendapat ikan, mereka harus berlayar ke tengah laut. Tetapi ada daya, perahu yang dimiliki para nelayan hanya perahu kecil paling jauh hanya mampu berlayar sejauh 2 mil.
Untuk bertahan hidup kini Basman menjadi pemulung atau terkadang menjadi kuli bila ada yang menyuruh.
"Ini urusan perut, perut kalau sudah lapar apa saja dimakan. Jadi saya menyarankan kepada pemerintah, tolonglah dipikirkan dulu bagaimana solusi ke nelayan. Jangan langsung semaunya aja, emang kekuasaannya dia (pemerintah), tapi saya juga punya hak," kata Basman.
Menurut Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, pemerintah akan memperhatikan nasib nelayan dengan menyediakan rumah, bantuan sekolah dan ribuan kapal. Seluruh persyaratan yang diminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga sudah dipenuhi.
Namun hal berbeda disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Menurutnya, perubahan dokumen dampak lingkungan proyek reklamasi pulau G belum dipenuhi pengembang. Pihak pengelola mengaku masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikannya.
Reklamasi merupakan bagian dari proyek tanggul laut raksasa. Pemerintah menilai proyek ini penting untuk mengatasi banjir dan kekurangan air bersih di DKI Jakarta, mengingat setiap tahun permukaan tanah di Jakarta terus menurun.