Liputan6.com, Musibanyuasin: Wakil Ketua DPRD Mustofa Hansariah mendatangi Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Jakarta, Senin (25/12). Mustafa yang didampingi tiga anggota Dewan bermaksud mengadukan Alex Noerdin, calon Bupati Musibanyuasin. Pasalnya, mereka menduga Alex terlibat praktik money politic saat pemilihan Bupati, Desember silam. Kasus ini terkuak ketika staf Alex menyerahkan kuitansi kepada kuasa hukum Mustofa, Alamsyah Hanafiah.
Sejauh ini, DPP PDI-P diyakini sudah mengetahui keterlibatan Alex dalam Kasus Penyuapan. "Hingga kini, belum ada tindakan resmi dari para pengurus," tegas Mustofa. Padahal, agenda pelantikan bupati baru sudah semakin dekat. Kini, mereka kembali harus menelan kekecewaan lantaran seluruh pengurus DPP PDI sedang berlibur. Berkas pengaduan hanya diterima kepala petugas keamanan kantor.
Sebelumnya, Alex juga dituduh menyuap kontraktor proyek tembok penahan gelombang Sungai Musi di Kota Sekayu senilai Rp 1 Miliar. Ulah Alex diyakini untuk memuluskan langkahnya ke kursi Bupati [baca: Calon Bupati Musibanyuasin Diadukan ke Polisi]. Atas dasar itu, warga mendesak Pemda setempat mencabut nama Alex dari daftar lima calon yang sudah diajukan ke Gubernur Rosihan Arsyad.(KEN/Gaby Getal dan Hendro Wahyudi)
Sejauh ini, DPP PDI-P diyakini sudah mengetahui keterlibatan Alex dalam Kasus Penyuapan. "Hingga kini, belum ada tindakan resmi dari para pengurus," tegas Mustofa. Padahal, agenda pelantikan bupati baru sudah semakin dekat. Kini, mereka kembali harus menelan kekecewaan lantaran seluruh pengurus DPP PDI sedang berlibur. Berkas pengaduan hanya diterima kepala petugas keamanan kantor.
Sebelumnya, Alex juga dituduh menyuap kontraktor proyek tembok penahan gelombang Sungai Musi di Kota Sekayu senilai Rp 1 Miliar. Ulah Alex diyakini untuk memuluskan langkahnya ke kursi Bupati [baca: Calon Bupati Musibanyuasin Diadukan ke Polisi]. Atas dasar itu, warga mendesak Pemda setempat mencabut nama Alex dari daftar lima calon yang sudah diajukan ke Gubernur Rosihan Arsyad.(KEN/Gaby Getal dan Hendro Wahyudi)