2 Atlet Cantik Berhati Mulia dari Lintasan Lari Olimpiade 2016

Nikki Hamblin (Selandia Baru) dan Abbey D'Agostino meraih medali langka atas semangat sportivitas yang mereka tunjukkan pada Olimpiade 2016.

oleh Marco TampubolonDiterbitkan 27 Agustus 2016, 14:50 WIB
Atlet Selandia Baru, Nikki Hamblin membantu atlet Amerika, Abbey D'Agostino. Foto: Paul Gilham/Getty Images

Liputan6.com, Jakarta - Nikki Hamblin (Selandia Baru) dan Abbey D'Agostino (Amerika Serikat) boleh jadi gagal menggapai mimpinya membawa pulang medali dari Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Namun kedua pelari ini telah memenangkan esensi sesungguhnya pesta olahraga multicabang empat tahunan itu: persaudaraan!

Kisah kedua pelari ini bermula saat mereka tampil di babak penyisihan nomor lari 5000 meter pada Olimpiade Rio 2016. Lomba baru menyelesaikan beberapa lap saat Hamblin tersandung kaki pelari di depannya. Dia limbung terjatuh dan menyandung D'Agostino yang berada di belakangnya. Keduanya lantas terjerembab.

Meski sempat meringis, D'Agostino langsung bediri dan berusaha melanjutkan lomba. Sementara Hamblin masih tertelungkup di atas lintasan.

Pelari lain sudah semakin menjauh dan D'Agostino juga berniat melakukan hal yang sama. Namun langkahnya terhenti melihat Hamblin masih tergeletak.

Pelari Amerika Serikat, Abbey D'Agostino membantu pelari Selandia Baru, Nikki Hamblin untuk tetap melanjutkan lomba (www.nbcolympics.com)


Dia lalu menepuk pundak Hamblin. "Ayo cepat-cepat. Kita harus menyelesaikan lomba ini," teriak pelari Amerika itu kepada Hamblin yang masih meringkuk di lintasan Upaya D'Agostino membuahkan hasil. Hamblin akhirnya bangkit dan kembali melanjutkan lomba. Dia ternyata tidak mengalami cedera serius.

Sebaliknya, D'Agostino justru mulai merasa kesakitan. Lututnya ternyata cedera saat terjatuh. Dia berusaha berlari, tapi rasa sakit memaksanya untuk berhenti.

Melihat kejadian itu, giliran Hamblin yang beraksi. Dia mendekati D'Agostino dan gantian menyemangatinya. Dia membantu pelari AS itu bangkit dan menyemangatinya agar tetap melanjutkan lomba. Hamblin lalu berlari-lari kecil di sebelahnya. Mereka lalu berlari berdampingan menuju garis finis.

Lanjut Baca:

Hamblin akhirnya menyentuh garis finis lebih dulu dengan catatan waktu 16:43:61, disusul D'Agostino dengan waktu 17:10:02. Meski belum tahap perebutan medali, kedua pelari sangat gembira saat menyelesaikan lomba. Mereka berpelukan dan tertawa layaknya seorang pemenang. Keduanya berhasil lolos ke babak final. Namun D'Agostino yang terluka parah batal tampil, sementara Hamblin hanya mampu finis di urutan ke-30 dan gagal meraih medali. "Saya sangat senang dengan apa yang dilakukan Abbey (D'Agostino) kepada saya. Wanita itu adalah semangat sejati Olimpiade. Saya sangat terkesan dan terinspirasi olehnya," kata Hamblin. Meski gagal meraih medali, kedua pelari telah meninggalkan jejak yang tak akan terlupakan. Bahkan, Komite Olimpiade Internasional (IOC) memberikan penghargaan kepada kedua pelari. Mereka dianugerahi medali kehormatan atas upaya mereka menjaga esensi Olimpiade sebenarnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya