Perang Antar Suku di Festival Lembah Baliem ke-27

oleh NasuriDiterbitkan 08 Agustus 2016, 23:50 WIB
20160808- Festival Lembah Baliem ke-27-Papua-AFP Photo
Suku Dani menggelar pertunjukan Festival Lembah Baliem ke-27 di Wamena, Papua, Senin (8/8).
Suku di Papua menggelar pertunjukan Festival Lembah Baliem ke-27 di Wamena, Papua, Senin (8/8). Festival Lembah Baliem adalah pertunjukkan perang antar suku. Tentu saja bukan perang sungguhan. (AFP PHOTO/Adek Berry)
Peserta bersiap jelang Festival Lembah Baliem ke-27 di Wamena, Papua, Senin (8/8). Festival Lembah Baliem adalah pertunjukkan perang-perangan antar suku di Papua yang menjadi tontonan seru dan menghibur. (AFP PHOTO/Adek Berry)
Sejumlah bocah ikut pertunjukkan Festival Lembah Baliem ke-27 Wamena, Papua, Senin (8/8). Festival Lembah Baliem berlangsung selama tiga hari dan diselenggarakan setiap bulan Agustus. (AFP PHOTO/Adek Berry)
Para peserta Festival Lembah Baliem ke-27 hanya mengenakan busana adat Papua yang hanya mengenakan koteka dan sejumlah aksesoris, Wamena, Papua, Senin (8/8). Festival ini menjadi seru untuk dinikmati oleh pecinta fotografi. (AFP PHOTO/Adek Berry)
Pertunjukan perang suku di Wamena saat Festival Lembah Baliem ke-27, Papua, Senin (8/8). Pertempuran dianggap sebagai simbol semangat yang tinggi dan kekuasaan yang telah dipraktekkan selama beberapa generasi. (AFP PHOTO/Adek Berry)
Suasana keseruan Festival Lembah Baliem ke-27 di Wamena, Papua, Senin (8/8). Festival Lembah Baliem awalnya merupakan acara perang antarsuku Dani, Lani, dan Suku Yali sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan. (AFP PHOTO/Adek Berry)
Peserta saling serang saat mengikuti Festival Lembah Baliem ke-27, Wamena, Papua, Senin (8/8). Festival Lembah Baliem awalnya merupakan acara perang antarsuku Dani, Lani, dan Suku Yali sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan. (AFP PHOTO/Adek Berry)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya