Merengkuh Dayung Cabang Debutan Indonesia di Olimpiade

Pada Olimpiade Rio 2016, Indonesia mengirimkan dua pedayung.

oleh Ahmad Fawwaz UsmanDiterbitkan 02 Agustus 2016, 12:10 WIB
Persiapan atlet dayung Indonesia di Olimpiade 2016

Liputan6.com, Jakarta - Tak hanya pertarungan di darat, perebutan medali di Olimpiade juga berlangsung di dalam air. Dayung merupakan salah satu cabang olahraga air yang bakal dilombakan di Olimpiade Rio 2016.

Kegiatan mendayung sebenarnya sudah dikenal sejak zaman Mesir Kuno. Sulit mencari tahu negara mana yang pertama kali mempopulerkan kegiatan ini. Sebab dayung diperkirakan sudah ada sejak manusia belum kenal tulisan. Kabarnya, dayung bahkan sudah berkembang sejak 1430 SM. 

Namun saat itu, mendayung berkaitan dengan transportasi air. Belum ada perlombaan resmi untuk kegiatan ini. Baru pada awal abad ke-18 dayung mulai dijadikan sebagai olahraga yang kompetitif.

Kala itu perlombaan digelar di Sungai Thames, London, Inggris. Di akhir abad ke-18, kompetisi-kompetisi dayung mulai sering diadakan di Inggris. Selanjutnya, klub-klub dayung pun mulai ikut bermunculan.

Tahukah Anda?
Pertama kali digelar di Olimpiade 1900, olahraga dayung belum memiliki sistem kualifikasi yang resmi. Peraturan yang kerap berubah pun membuat banyak protes bermunculan saat itu.

Untuk mengatur seluruh aktivitas internasional dari olahraga dayung, Federasi Dayung Internasional (FISA) pun terbentuk pada 1892. Kini, organisasi ini sudah memiliki anggota dari 148 negara. Dan sejak edisi 1900, dayung pun resmi menjadi bagian sebagai salah satu cabor Olimpiade.


Aturan Main

Atlet dayung Indonesia mempersiapkan diri jelang tampil di Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil.

Kini, olahraga dayung sudah melombakan 14 nomor. Semua nomor itu akan melahap jarak 2.000 m. Namun, standar ini baru ditetapkan sejak Olimpiade 1912 Stockholm. Sebelumnya, jarak dayung di Olimpiade 1900 adalah 1.750 m, Olimpiade 1904 (3.218 m), dan Olimpiade 1908 (2.412 m).

Kelompok usia dan berat badan juga ditetapkan dalam perlombaan dayung di bawah naungan FISA. Namun, hal itu tak berlaku di Olimpiade. Untuk tampil di Olimpiade, para atlet harus melewati kualifikasi pertama di Kejuaraan Dunia Dayung.

Selanjutnya, ada sistem kualifikasi lain disebut Continental Qualification Regattas yang diadakan selama empat kali sebelum Olimpiade di Asia, Afrika, Amerika Latin, dan babak final. Setiap tahun FISA akan mengeluarkan data berapa banyak atlet yang memenuhi syarat.

Lanjut Baca:

Setelah Jerman bersatu, Amerika Serikat menjadi negara pengoleksi emas terbanyak dari ajang Olimpiade. Total, sudah 32 emas, 31 perak, dan 24 perunggu yang dikoleksi AS dari Olimpiade. Di bawah Paman Sam menyusul Inggris yang mengoleksi 28 emas, 22 perak, dan 13 perunggu. Meski demikian, raja dayung justru jadi milik atlet Rumania, Elisabeta Lipa. Dia sudah mengoleksi lima emas, dua perak, dan satu perunggu dari Olimpiade 1984, 1988, 1992, 1996, 2000, dan 2004.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya